JAMBI — Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Batanghari mulai meluas seiring masuknya musim kemarau. BPBD setempat mencatat hingga saat ini sudah 37,18 hektare lahan yang terbakar, dan pengawasan diperketat di sejumlah titik rawan.
Kepala Pelaksana BPBD Batanghari Solihin menyebut empat kecamatan yang masuk peta risiko bencana karhutla. "Wilayah rawan pertama berada di Kecamatan Muara Bulian, tepatnya kawasan Seridadi Senami. Kemudian Kecamatan Bajubang di wilayah Bungku, serta wilayah Batin dan Maro Sebo," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Empat Kecamatan Rawan Karhutla
Keempat kecamatan itu, menurut Solihin, setiap tahun selalu mengalami peningkatan kejadian karhutla saat kemarau. Kondisi lahan gambut dan vegetasi kering menjadi faktor utama penyebaran api.
Meski begitu, Solihin memastikan situasi karhutla di Batanghari saat ini masih terkendali. “Kita terus melakukan pemantauan dan meningkatkan kesiapsiagaan agar kejadian tidak meluas,” ujarnya.
Peralatan Pemadaman Disiagakan
BPBD Batanghari telah menyiagakan sejumlah peralatan pendukung operasi pemadaman. Di antaranya mesin pompa air berbagai ukuran, kendaraan tangki, serta perlengkapan pemadaman lainnya.
Solihin menambahkan, tim reaksi cepat juga diterjunkan untuk patroli rutin di titik-titik rawan. Langkah ini dilakukan agar api bisa segera dipadamkan sebelum meluas ke area permukiman atau perkebunan warga.
BPBD mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pelaku karhutla bisa dijerat pidana sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.