JAMBI — Anggota geng motor di Provinsi Jambi kini diberikan pilihan untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat sebagai jalur pembinaan. Gagasan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Al Haris saat memimpin rapat koordinasi strategi penanggulangan geng motor di ruang pertemuan Siginjai Mapolda Jambi.
"Kita masukkan saja ke Sekolah Rakyat supaya mendapat pembinaan maksimal," kata Al Haris dalam keterangan yang diterima di Jambi, Rabu.
Akar Masalah: Krisis Figur Ayah dan Keluarga Tidak Harmonis
Gubernur mengungkapkan bahwa keterlibatan remaja dalam geng motor tidak lepas dari persoalan di lingkungan keluarga. Banyak dari mereka yang berasal dari rumah tangga tidak harmonis, ditinggal orang tua, atau kehilangan figur ayah (fatherless).
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, angka remaja yang kekurangan figur orang tua di Provinsi Jambi mencapai 24,5 persen. Artinya, dari setiap 100 anak, hampir 25 orang kurang mendapatkan sentuhan sosok ayah secara utuh.
Konsep Sekolah Rakyat: Pendidikan Asrama untuk Jauhkan dari Lingkungan Negatif
Sekolah Rakyat dinilai memiliki konsep pendidikan yang terukur dengan sistem asrama. Model ini diyakini mampu menjauhkan remaja dari kontaminasi lingkungan negatif, termasuk kebiasaan keluar malam yang berisiko bagi perkembangan mental.
Gubernur mendorong seluruh pemangku kebijakan untuk segera memetakan jumlah anak yang terlibat geng motor. Setelah data terkumpul, mereka akan diarahkan untuk masuk ke Sekolah Rakyat.
Dua Sekolah Rakyat Siap Beroperasi pada 2026
Saat ini, Provinsi Jambi telah memiliki dua Sekolah Rakyat yang siap beroperasi pada tahun ajaran 2026. Lokasinya berada di Kota Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
"Tugas kita, bagaimana bisa menyalurkan energi besar mereka ke arah positif. Sebagian besar perlu di data, ke depan punya saluran Sekolah Rakyat. Kita tidak hanya berkolaborasi tapi juga langsung berorkestrasi," tegas Al Haris.
Melalui rapat koordinasi ini, gubernur berharap tidak ada lagi remaja yang terjerumus dalam aktivitas geng motor. Langkah pembinaan melalui jalur pendidikan menjadi alternatif yang ditawarkan untuk memutus rantai kenakalan remaja di daerah tersebut.