JAMBI — Kepala Negara menyampaikan pernyataan tersebut saat meresmikan peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Kamis (9/7). Di hadapan para pejabat dan awak media, Prabowo secara gamblang menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kebohongan dalam kepemimpinan nasional.
"Berdosalah pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya. Berdosalah pemimpin yang berbohong kepada rakyatnya. Berkhianatlah pemimpin yang tidak setia kepada kepentingan negara di atas segala kepentingan," ujar Prabowo dalam sambutannya yang dikutip dari Antara.
Klaim Swasembada yang Dikejar dalam Setahun
Dalam pidatonya, Prabowo membeberkan capaian yang dinilainya melampaui target. Pemerintah, menurut dia, berhasil mewujudkan swasembada pangan hanya dalam kurun waktu satu tahun—padahal target awal ditetapkan untuk empat tahun masa pemerintahan.
"Alhamdulillah, kita sudah buktikan bahwa kita mampu mengamankan dan menghasilkan pangan untuk rakyat kita. Alhamdulillah, kita sudah swasembada pangan. Dari target empat tahun, kita telah berhasil dalam satu tahun," kata Prabowo.
Namun, ia mengakui bahwa masih ada pihak yang meragukan pencapaian tersebut. Tudingan bahwa pemerintah tidak menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada publik turut disinggung dalam kesempatan itu. Pernyataan Prabowo hari itu sekaligus menjadi bantahan langsung terhadap skeptisisme yang berkembang di luar istana.
Instruksi Sejak Sebelum Dilantik: Pangan, Energi, Air
Presiden mengungkapkan bahwa arahan untuk memprioritaskan swasembada pangan dan energi sudah ia sampaikan kepada tim inti dan para penasihatnya jauh sebelum dirinya resmi menjabat sebagai kepala negara. Ia menekankan pentingnya memutus ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan dan bahan bakar minyak.
Selain dua sektor tersebut, Prabowo menyoroti ketersediaan air sebagai faktor penentu kelangsungan hidup bangsa. Ia menyebut TNI hingga saat ini terus menjalankan program pengeboran air di daerah-daerah yang mengalami kesulitan akses air bersih.
"Sampai sekarang TNI terus mencari air, TNI terus membor air di tempat-tempat yang susah. Panglima TNI sudah tahun ini saja sudah berapa lubang air yang kita 'drill'? Sudah 30 ribu, dan terus ada masalah kita atasi," ujarnya.
Peringatan Keras di Tengah Peluncuran Program Energi
Peluncuran B50 sendiri merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mencapai swasembada energi. Namun, pidato Prabowo justru lebih banyak diisi dengan penekanan pada integritas kepemimpinan dan capaian pangan. Hal ini mengindikasikan bahwa isu kredibilitas pemerintah tengah menjadi perhatian serius di lingkaran kekuasaan.
Pernyataan "berdosa dan berkhianat" yang disampaikan Presiden di hadapan publik menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi penyimpangan informasi, khususnya yang berkaitan dengan program-program strategis nasional. Belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak yang disebut meremehkan capaian swasembada pangan tersebut.