JAKARTA — IHSG ditutup naik 11,92 poin atau 0,20 persen ke posisi 5.924,36 pada perdagangan akhir pekan. Indeks LQ45 yang memuat 45 saham unggulan juga ikut menguat 1,88 poin atau 0,32 persen ke level 589,25.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan bahwa penguatan ini tidak lepas dari perkembangan geopolitik global. "Jelang akhir pekan, IHSG dan Bursa regional Asia bergerak menguat menyusul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran akan melanjutkan negosiasi perdamaian," ujarnya dalam kajian di Jakarta, Jumat.
Sinyal Damai AS-Iran Dorong Pasar Asia
Nico mengatakan harapan baru muncul setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal untuk melanjutkan proses diplomasi dengan Iran. Langkah ini disebut mampu meredakan kekhawatiran investor tentang potensi gangguan pasokan energi yang berkepanjangan dan tekanan inflasi global.
Sebelumnya, ketegangan antara kedua negara sempat meningkat setelah aksi militer di Teluk pada awal pekan ini. Namun, isyarat negosiasi lanjutan membuat sentimen pasar berbalik positif, terlihat dari mayoritas bursa Asia yang hijau. Indeks Nikkei Jepang misalnya, melesat 1,58 persen ke 68.814,00, sementara Hang Seng Hong Kong dan Strait Times Singapura sama-sama menguat 0,60 persen.
Enam IPO Baru dan Proyeksi IMF yang Stabil
Dari dalam negeri, aktivitas pasar modal juga terbilang ramai. Sepanjang pekan ini, enam perusahaan resmi melangsungkan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Hal ini menunjukkan minat korporasi untuk memanfaatkan likuiditas pasar masih tinggi.
Kabar positif lain datang dari Dana Moneter Internasional (IMF). Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) Juli 2026, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di angka 5,0 persen pada 2026 dan 5,1 persen pada 2027. Proyeksi ini tidak berubah dari laporan sebelumnya pada April 2026.
"Proyeksi itu menunjukkan pertumbuhan yang realistis di saat perlambatan yang dialami sejumlah negara di kawasan Asia maupun ekonomi besar dunia," tambah Nico.
Sektor Energi Pimpin Penguatan, Frekuensi Transaksi Tembus 1,9 Juta Kali
Secara sektoral, tujuh dari sebelas indeks sektoral IDX-IC menguat. Sektor energi menjadi pemimpin dengan kenaikan 0,97 persen, disusul sektor barang baku dan properti yang masing-masing naik 0,56 persen. Adapun sektor industri menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 0,67 persen.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.900.000 kali transaksi dengan volume mencapai 15,61 miliar lembar saham senilai Rp8,84 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 383 saham ditutup naik, 252 saham turun, dan 330 saham stagnan.