MUARA BULIAN — Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Kabupaten Batang Hari, kali ini menghanguskan area seluas 1,45 hektare di Desa Batin, Kecamatan Bajubang. Peristiwa itu terjadi pada Minggu sore dan baru bisa dipadamkan setelah petugas berjibaku selama tiga jam.
Angin Kencang Jadi Kendala Utama Pemadaman
Sekretaris Pelaksana BPBD Batang Hari, Solihin, mengatakan bahwa saat proses pemadaman melalui jalur darat, angin bertiup cukup kencang. Kondisi ini membuat api dengan cepat meluas dan menyulitkan pergerakan tim di lapangan.
"Selain pemadaman melalui jalur darat oleh Satgas Karhutla, kami juga mendapat dukungan helikopter water bombing dari BNPB Provinsi Jambi untuk mempercepat pengendalian api," ujar Solihin di Muara Bulian, Senin.
Dugaan Pemicu: Pembakaran Sampah di Musim Kemarau
Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi. Kondisi cuaca yang tengah memasuki musim kemarau, ditambah hembusan angin kencang, membuat api dengan mudah merambat ke lahan yang kering dan sulit dikendalikan.
Imbauan Tegas BPBD: Jangan Bakar Lahan Saat Kemarau
Solihin mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran, terutama di areal perkebunan dan lahan terbuka selama musim kemarau berlangsung. Ia menekankan bahwa cuaca kering saat ini sangat berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas jika ada percikan api.
"Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Cuaca yang kering saat ini sangat berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas," tegasnya.
BPBD Batang Hari juga meminta warga untuk segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api. Langkah ini dinilai krusial agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum kobaran api meluas ke area yang lebih besar.