Pencarian

Tambang Emas Ilegal di Geopark Merangin Jambi Ancam Status UNESCO, Gubernur Al Haris Minta Penertiban Dipercepat

Selasa, 14 Juli 2026 • 15:50:01 WIB
Tambang Emas Ilegal di Geopark Merangin Jambi Ancam Status UNESCO, Gubernur Al Haris Minta Penertiban Dipercepat
Gubernur Jambi Al Haris mendorong percepatan penertiban tambang emas ilegal di Geopark Merangin yang mengancam status UNESCO.

MERANGIN — Status UNESCO Global Geopark (UGG) yang disandang Geopark Merangin resmi diakui pada 24 Mei 2023 setelah melalui proses panjang pengajuan dokumen geologi, sejarah, dan pengelolaan kawasan. Kini, di tengah masa revalidasi, ancaman justru datang dari aktivitas tambang ilegal yang mulai merusak bentang alam konservasi.

Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa kawasan itu menyimpan fosil flora dan fauna purba berusia ratusan juta tahun yang menjadi objek penelitian ilmiah internasional. Menurutnya, kerusakan yang ditimbulkan oleh PETI tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga bisa mencabut status geopark dunia yang diperjuangkan bertahun-tahun.

"Geopark Merangin bukan hanya kebanggaan Jambi, tetapi sudah menjadi warisan dunia yang diakui UNESCO. Karena itu, tidak boleh ada aktivitas apa pun yang merusak kawasan ini. Tambang emas ilegal harus dihentikan," kata Al Haris, Senin (13/7/2026), dilansir detikSumbagsel.

Tim Terpadu Segera Dibentuk untuk Pengawasan dan Penindakan

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Merangin akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang pembentukan Tim Terpadu. Tim ini nantinya menjadi dasar hukum bagi aparat dalam melakukan pengawasan, penertiban, dan penindakan terhadap aktivitas PETI di lapangan.

Pembentukan tim diharapkan memperkuat koordinasi antarinstansi agar penanganan tambang ilegal berjalan lebih efektif. Selama ini, aktivitas penambangan liar sering kali berlangsung di lokasi terpencil dan sulit dijangkau pengawas.

Edukasi Warga Jadi Kunci, Tekanan Ekonomi Masih Jadi Pemicu

Selain penegakan hukum, pemerintah mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Edukasi mengenai pentingnya menjaga Geopark Merangin sebagai aset lingkungan, pusat penelitian ilmiah, dan destinasi wisata kelas dunia akan digencarkan.

"Penyelesaian PETI tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar kesadaran menjaga Geopark Merangin tumbuh dari dalam diri setiap orang," ujar Al Haris.

Di satu sisi, tekanan ekonomi masih menjadi alasan utama munculnya aktivitas tambang emas ilegal. Namun di sisi lain, kawasan yang terbentuk melalui proses geologi selama ratusan juta tahun itu menghadapi risiko kerusakan yang bisa terjadi hanya dalam hitungan hari.

Warisan Dunia yang Dipertaruhkan, Bukan Sekadar Status

Pengakuan UNESCO menjadikan Geopark Merangin bukan hanya milik Jambi, melainkan bagian dari warisan dunia yang harus dijaga bersama. Al Haris mengingatkan bahwa status internasional itu diraih melalui perjuangan panjang dan tidak mudah.

"Status UNESCO diraih melalui perjuangan yang panjang dan tidak mudah. Jangan sampai kerja keras bertahun-tahun itu hilang hanya karena kepentingan sesaat. Menjaga Geopark Merangin adalah tanggung jawab kita bersama, demi anak cucu kita nanti," ujarnya.

"Alam membutuhkan ratusan juta tahun untuk membentuk Geopark Merangin. Namun, aktivitas manusia dapat merusaknya hanya dalam hitungan hari. Jangan biarkan warisan dunia ini hilang karena kelalaian kita," tambah Al Haris.

Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks