Pencarian

Gubernur Jambi Al Haris Buka Data Capaian APBD 2025: Pendapatan Rp4,3 Triliun, Kemiskinan Terendah Sepanjang Sejarah di 6,89 Persen

Selasa, 14 Juli 2026 • 18:29:03 WIB
Gubernur Jambi Al Haris Buka Data Capaian APBD 2025: Pendapatan Rp4,3 Triliun, Kemiskinan Terendah Sepanjang Sejarah di 6,89 Persen
Gubernur Jambi Al Haris memaparkan realisasi APBD 2025 sebesar Rp4,30 triliun dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi.

JAMBI — Pemerintah Provinsi Jambi mengawali sesi jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD dengan membeberkan sejumlah data makro yang menjadi indikator kinerja tata kelola keuangan daerah. Dalam rapat paripurna yang digelar di kompleks DPRD Provinsi Jambi, Al Haris menegaskan komitmennya untuk memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan mempercepat penyelesaian rekomendasi hasil pemeriksaan BPK.

Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih selama 14 kali berturut-turut menjadi modal utama yang ia sodorkan di awal rapat. "Ini adalah hasil kerja keras seluruh perangkat daerah dan DPRD. Semoga menjadi semangat kita untuk terus bekerja lebih baik lagi dalam tata kelola keuangan daerah," ujar Al Haris dalam sambutannya.

Realisasi Pendapatan Tergerus Skema Opsen Pajak dan Relaksasi PKB

Dari sisi pendapatan, Al Haris menjelaskan bahwa realisasi APBD 2025 mencapai Rp4,30 triliun, atau 96,99 persen dari target. Ia mengakui, belum maksimalnya penerimaan dipengaruhi oleh penerapan skema opsen pajak serta kebijakan relaksasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri.

Sejak 5 Januari 2025, pencatatan penerimaan di tingkat provinsi hanya mencerminkan bagian yang menjadi hak provinsi. Sementara itu, bagian pemerintah kabupaten/kota langsung disalurkan secara real time ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sesuai domisili kendaraan. "Inilah yang menyebabkan potensi penerimaan provinsi berkurang sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya," kata Al Haris.

Untuk mengompensasi defisit tersebut, Pemprov Jambi mulai memberlakukan sumber pendapatan baru melalui Pajak Alat Berat dan Opsen Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Upaya intensifikasi dan ekstensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan diperkuat lewat pembaruan basis data dan optimalisasi aset daerah.

Belanja Daerah Terseret Efisiensi Pusat, Irigasi Tetap Diusulkan

Di sektor belanja, realisasi pendidikan mencapai 95,33 persen, kesehatan 91,72 persen, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan 94,55 persen. Namun, belanja modal turun drastis dari Rp993 miliar pada 2024 menjadi Rp466 miliar pada 2025. Penurunan ini dipicu kebijakan efisiensi APBN dan APBD sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

Dampaknya, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik berkurang Rp42,5 miliar dan Dana Alokasi Umum (DAU) infrastruktur turun Rp52,2 miliar. Meski begitu, untuk tahun 2026 Pemprov Jambi telah mengalokasikan anggaran untuk proyek irigasi Irigasi Suban (Rp150 juta), Batang Uleh (Rp400 juta), dan Limun Singkut (Rp500 juta). Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan infrastruktur irigasi melalui skema Instruksi Presiden dengan total nilai lebih dari Rp94 miliar.

Angka Kemiskinan 6,89 Persen Jadi Rekor Baru Jambi

Al Haris menyebut pelaksanaan program PRO JAMBI menjadi kunci penurunan angka kemiskinan. Data per September 2025 menunjukkan angka kemiskinan Jambi berada di 6,89 persen—terendah sepanjang sejarah dan di bawah nasional. Rasio gini turun menjadi 0,291, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,93 persen, dan tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 turun menjadi 3,99 persen.

Program Bantuan Keuangan ke Kecamatan, Kelurahan, dan Desa, serta PRO JAMBI Sehat, Cerdas, Responsif, Tangguh, dan Agamis disebut menjadi instrumen utama yang menyasar masyarakat yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Negosiasi PI 10 Persen Jabung Masih Berjalan, Lemang Tanpa Signature Bonus

Dalam kesempatan itu, Al Haris juga memperbarui informasi terkait Participating Interest (PI) 10 persen Wilayah Kerja Jabung. Saat ini, negosiasi kelima antara PT Jambi Indoguna Internasional (JII) Perseroda dan PetroChina masih berlangsung dengan pembahasan 12 poin substansi. "Kami optimistis target dapat dicapai dengan tetap mempertahankan keekonomian daerah," katanya.

Sementara itu, untuk Wilayah Kerja Lemang, Jadestone Energy disebut telah berkomitmen memberikan PI sebesar 10 persen tanpa signature bonus. PT Jambi Indoguna Internasional sendiri tercatat kembali mencatatkan keuntungan pada 2025 setelah mengalami kerugian pada tahun sebelumnya.

Bagikan
Sumber: rjnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks