JAMBI — Jetour resmi memperkenalkan T2 i-DM di GIIAS 2026, menyematkan teknologi plug-in hybrid Intelligent Dual Mode ke lini SUV terlarisnya. Varian ini bukan sekadar tambahan nama, melainkan evolusi dari T2 bermesin bensin yang sudah menjadi tulang punggung penjualan Jetour di Indonesia. Harga yang dipatok Rp 688 juta on the road Jakarta menempatkannya di segmen yang sama dengan PHEV premium lain, tapi dengan karakter yang berbeda.
Keputusan Jetour memilih T2 sebagai basis PHEV cukup logis. Secara global, model ini mencatatkan penjualan lebih dari 500.000 unit dalam 33 bulan sejak peluncuran. Di dalam negeri, T2 menjadi kontributor terbesar penjualan Jetour Indonesia dan meraih posisi No. 1 Chinese Car di kategori mesin konvensional pada semester pertama 2026. Artinya, basis penggunanya sudah teruji.
Bukan Crossover Biasa: Bodi Boxy dengan Teknologi Hybrid
Perbedaan utama T2 i-DM dari versi bensin terletak pada penambahan baterai dan motor listrik di dalam struktur bodi yang sama. Ini yang membuatnya unik—kebanyakan PHEV di pasar Indonesia lahir dari crossover perkotaan, bukan SUV boxy yang dirancang untuk medan berat. Dengan kata lain, Anda tetap mendapatkan ground clearance dan postur tangguh khas T2, tapi kini bisa melaju dalam mode listrik murni di perkotaan.
Klaim jarak tempuh 1.200 kilometer tentu menjadi daya tarik utama. Angka ini berasal dari kombinasi tangki bensin dan daya listrik, yang relevan untuk perjalanan lintas kota atau mudik. Namun, perlu dicatat bahwa angka tersebut adalah kondisi ideal—pemakaian nyata dengan beban penuh, AC menyala, atau medan menanjak akan menghasilkan angka yang berbeda.
Harga Rp 688 Juta: Sebanding dengan Kompetitor?
Di harga tersebut, T2 i-DM bersaing dengan PHEV dari merek Jepang dan China yang lebih dulu mapan di Indonesia. Keunggulan utamanya jelas: karakter adventure SUV yang tidak dimiliki kompetitor sekelas. Namun, kekurangannya juga nyata—jaringan dealer dan layanan purna jual Jetour masih lebih terbatas dibandingkan merek yang sudah puluhan tahun beroperasi di sini.
Presiden Direktur PT Jetour Sales Indonesia, Caroline Ling, menyebut kehadiran varian hybrid ini sebagai langkah lanjutan, bukan produk terpisah. “T2 i-DM adalah evolusi dari lini Adventure SUV yang sudah terbukti,” ujarnya dalam acara peluncuran. Pernyataan ini menegaskan bahwa Jetour tidak membangun platform baru, melainkan memperkaya opsi yang sudah ada.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
- Jaringan layanan: Pastikan dealer dan bengkel resmi Jetour tersedia di kota Anda. Ini penting untuk perawatan baterai dan komponen hybrid yang butuh teknisi khusus.
- Konsumsi BBM real-world: Klaim 1.200 km adalah kondisi terbaik. Untuk pemakaian harian di macet perkotaan, angka efisiensi akan lebih rendah—tapi tetap lebih hemat dari versi bensin murni.
- Waktu charging: Sebagai PHEV, Anda perlu akses ke charger. Jika tidak punya fasilitas di rumah, keuntungan mode listrik tidak akan maksimal.
- Nilai jual kembali: Teknologi hybrid masih relatif baru di segmen ini. Resale value T2 i-DM belum teruji dibandingkan SUV Jepang yang sudah mapan.
Kesimpulan: Untuk Siapa T2 i-DM?
Jetour T2 i-DM adalah pilihan menarik bagi Anda yang menginginkan SUV tangguh dengan efisiensi bahan bakar lebih baik dari versi bensin. Cocok untuk pengguna yang sering melakukan perjalanan jauh tapi tetap butuh mobil harian yang irit di perkotaan. Namun, jika prioritas utama Anda adalah kepraktisan layanan purna jual dan nilai jual kembali yang stabil, ada baiknya membandingkan dengan kompetitor yang lebih dulu mapan.
Mobil ini bukan untuk semua orang—tapi untuk segmen yang tepat, T2 i-DM menawarkan kombinasi yang jarang ada di pasaran. Keputusan akhir tetap di tangan Anda, berdasarkan kebutuhan dan prioritas masing-masing.