KUALA TUNGKAL — Sejumlah jurnalis yang bertugas di Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyalurkan 500 masker dan vitamin dari Karang Taruna Provinsi Jambi kepada masyarakat Kuala Tungkal. Bantuan diterima langsung di Simpang Empat Lampu Merah Patunas, lalu dibagikan bergantian di empat titik lampu merah kawasan tersebut.
Eko, jurnalis yang menjadi koordinator pembagian bantuan, menyebut penyaluran ini sebagai respons cepat atas kondisi udara yang memburuk akibat asap Karhutla di Tanjabbar.
"Alhamdulillah, semua vitamin dan masker sudah kita terima dan kita salurkan kepada masyarakat Kuala Tungkal karena terdampak asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Tanjung Jabung Barat," ujar Eko.
Empat Titik Lampu Merah Jadi Lokasi Pembagian
Pembagian bantuan berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB dan dipusatkan di Simpang Empat Lampu Merah Patunas. Petugas membagikan masker dan vitamin secara bergantian ke empat titik lampu merah agar penyaluran lebih merata.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah jurnalis yang bertugas di Tanjab Barat. Selain Eko dari Metro Jambi dan Searah, turut serta Abbas dari Lintas Tungkal, Amir dari Jambi Net, dan Hery dari Teras Jambi.
Kualitas Udara Kuala Tungkal di Kategori Berbahaya
Eko menjelaskan, bantuan masker dan vitamin sangat dibutuhkan warga karena kualitas udara di Kuala Tungkal dan sekitarnya terdampak asap Karhutla. Menurutnya, situasi udara saat ini masuk kategori berbahaya dalam Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
"Situasi udara saat ini tergolong dalam Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kategori berbahaya. Karena itu, kami berharap bantuan ini dapat sedikit membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan," katanya.
Asap Karhutla menjadi persoalan berulang di sejumlah wilayah Jambi, termasuk Tanjabbar, pada musim kemarau. Dampaknya paling terasa bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, seperti pedagang, pengendara, dan pekerja lapangan.
Jurnalis Minta Bantuan Masker Terus Berlanjut
Eko menyampaikan terima kasih kepada Ketua Karang Taruna Provinsi Jambi, Rocy Candra, beserta jajaran pengurus yang telah memberikan bantuan masker dan vitamin. Ia berharap kepedulian terhadap masyarakat terdampak Karhutla tidak berhenti di satu kali penyaluran.
"Langkah kecil yang kami upayakan ini semoga bisa berkelanjutan dan bermanfaat untuk masyarakat. Semoga dalam waktu dekat kita mendapatkan bantuan masker lagi dari berbagai pihak dan mudah-mudahan bisa kita salurkan. Upaya itu tengah terus kita lakukan," pungkasnya.
Para jurnalis yang terlibat mengajak berbagai pihak ikut menyalurkan bantuan masker selama kondisi udara di Tanjabbar masih terdampak asap. Masker dinilai sebagai kebutuhan paling mendesak bagi warga yang harus tetap beraktivitas di luar rumah.