KUALA TUNGKAL — Buah pedada yang selama ini dibiarkan terbuang di kawasan pesisir Kuala Tungkal kini diolah menjadi permen oleh remaja Panti Asuhan Aisyiyah Muhammadiyah. Pelatihan digelar tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Jambi (Unja) yang terdiri dari dosen dan mahasiswa program studi Kimia Industri serta Agribisnis.
Kegiatan dipimpin Ir. Edwin Permana, M.T., bersama Ir. Abdul Manab, M.T., Muh. Rizal, M.Sc., Ir. Aditya Denny Prabawa, M.T., dan Vebria Ardina, M.T. Mahasiswa dari dua program studi itu dilibatkan langsung mendampingi peserta selama proses produksi.
Dari Buah Terbuang Jadi Bahan Baku Permen
Edwin Permana menyebut pengolahan buah pedada menjadi permen sebagai upaya menaikkan nilai tambah sumber daya alam yang tersedia di lingkungan masyarakat. "Pengolahan buah pedada menjadi permen merupakan salah satu upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam yang tersedia di lingkungan masyarakat," kata Edwin.
Peserta tidak hanya dikenalkan pada proses pembuatan produk. Mereka juga dibekali pengetahuan soal kebersihan, sanitasi, keamanan pangan, serta penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
Enam Tahap Produksi, dari Pemilahan hingga Pelapisan Gula
Proses pembuatan permen dimulai dengan pemilahan dan pencucian buah pedada. Buah kemudian dihancurkan dan dipanaskan untuk memperoleh sari yang menjadi bahan dasar produk.
Sari buah selanjutnya dicampur gelatin dan pemanis alami. Adonan yang sudah tercampur dituangkan ke cetakan silikon dan didiamkan hingga mengeras.
Setelah terbentuk, permen dilapisi campuran gula halus dan asam sitrat. Tahap ini berfungsi mengurangi kelengketan sekaligus memberi sensasi rasa segar pada produk.
Seluruh tahapan diperkenalkan kepada peserta agar mereka memahami proses pengolahan secara sistematis dan bisa mempraktikkannya sendiri sesuai prosedur operasional standar.
Hasil Evaluasi: Pemahaman Sanitasi Naik 40 Poin
Pelatihan menunjukkan hasil positif. Sekitar 80 persen remaja peserta telah mampu membuat permen buah pedada secara mandiri sesuai prosedur operasional standar.
Pemahaman peserta mengenai sanitasi dan keamanan pangan juga meningkat. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, tingkat pemahaman yang sebelumnya 45 persen naik menjadi 85 persen setelah pelatihan.
Dibekali Kemasan dan Hitung Harga Pokok Produksi
Peserta mendapat pembekalan pengemasan produk dan dasar-dasar pengelolaan usaha. Materi meliputi perancangan label serta penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang menjadi salah satu dasar menentukan harga jual.
Pembekalan itu diharapkan membantu para remaja memahami bahwa pengembangan usaha pangan tidak berhenti pada proses pembuatan. Perencanaan biaya, kemasan menarik, dan strategi pemasaran juga dibutuhkan.
Permen berbahan dasar buah pedada yang dihasilkan selanjutnya dipasarkan langsung di lingkungan sekitar dan melalui media sosial. Pemasaran itu menjadi langkah awal memperkenalkan produk kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha secara bertahap.
Dorong Kemandirian Remaja Panti
Melalui program ini, remaja Panti Asuhan Aisyiyah Muhammadiyah Kuala Tungkal diharapkan memiliki keterampilan produktif untuk membangun usaha mandiri dan mengurangi ketergantungan pada bantuan pihak luar.
Pemanfaatan buah pedada juga menjadi contoh bagaimana potensi lokal yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Program pengabdian masyarakat Universitas Jambi ini diharapkan mendorong kreativitas, meningkatkan keterampilan kewirausahaan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi remaja panti dan masyarakat pesisir Kuala Tungkal.