Kota Jambi — Upacara pelepasan jemaah haji Kota Jambi tahun ini mencatat angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Wali Kota Jambi Maulana memimpin acara di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota, dihadiri Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Agama, serta perangkat daerah terkait. Pelepasan secara resmi dilaksanakan Senin (2/5/2026).
Jumlah jemaah melonjak 27 persen dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan tingginya minat warga Kota Jambi untuk menunaikan ibadah haji dalam setahun ke depan. Sebaran jemaah terbanyak berasal dari Kecamatan Kota Baru sebanyak 217 orang, diikuti Jambi Selatan 158 orang dan Telanaipura 131 orang.
Langkah konkret penguatan layanan kesehatan tercermin dari penugasan dokter khusus untuk mendampingi jemaah selama pelaksanaan ibadah. Dokter ini akan melengkapi peran pembimbing kloter dalam memastikan kesehatan fisik jemaah tetap terjaga di tengat aktivitas ibadah yang padat.
"Haji membutuhkan fisik yang kuat. Jaga kesehatan dengan makan teratur dan membawa obat-obatan pribadi," ujar Wali Kota Maulana dalam sambutannya. Penekanan pada kesiapan fisik ini didasarkan pengalaman Wali Kota sebagai dokter pendamping haji sebelumnya yang melihat langsung tantangan kesehatan di lapangan.
Perbedaan kondisi cuaca, ketinggian, dan ritme aktivitas di Tanah Suci memerlukan persiapan tubuh khusus. Risiko dehidrasi, kelelahan, dan gangguan pencernaan menjadi hal yang kerap dialami jemaah tanpa persiapan matang.
Selain layanan medis, Pemkot Jambi membekali setiap jemaah dengan sambal khas hasil produksi UMKM binaan daerah. Inisiatif ini bukan sekadar simbolis, melainkan berdasarkan evaluasi kebijakan kesehatan selama penyelenggaraan haji sebelumnya.
"Kami berikan bekal tambahan untuk mengingatkan pentingnya makan. Kesehatan sangat dipengaruhi oleh pola konsumsi selama di Tanah Suci," kata Wali Kota. Program ini mengintegrasikan kesehatan jemaah dengan pemberdayaan ekonomi lokal, sehingga UMKM sampingan mendapat peluang pasar.
Kelima kelompok terbang (kloter) disusun dengan mempertimbangkan sebaran geografis warga, memudahkan koordinasi dan pengumpulan jemaah sebelum keberangkatan. Kloter 13 membawa jumlah jemaah terbanyak dengan 436 orang, disusul Kloter 20 sebanyak 228 orang, Kloter 22 (105 orang), Kloter 23 (63 orang), dan Kloter 24 (6 orang).
Distribusi kloter mempertimbangkan infrastruktur pendaftaran dan asrama haji di Batam, sehingga tidak terjadi antrian panjang saat registrasi kesehatan dan dokumen. Jadwal keberangkatan bertahap juga memungkinkan setiap jemaah mendapat penanganan optimal di embarkasi.
Kepala Kantor Haji Kota Jambi M. Kholis memberikan himbauan disiplin kepada setiap jemaah. "Jemaah haji Kota Jambi dikenal tertib. Jaga itu dengan mengikuti arahan pembimbing kloter dan menjaga kebersamaan," katanya dalam acara pelepasan.
Reputasi jemaah Jambi sebagai kelompok yang tertib dan kooperatif menjadi modal sosial yang perlu dipertahankan. Setiap jemaah individu mewakili citra Kota Jambi dan daerah di depan peserta haji dari berbagai nusantara.
Para jemaah dijadwalkan berkumpul di Kantor Wali Kota Jambi terlebih dahulu sebelum diberangkatkan ke Asrama Haji. Dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci melalui embarkasi Batam dengan protokol kesehatan ketat sesuai standar Kementerian Haji dan Umrah.
Pemkot Jambi berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur, serta membawa pengalaman spiritual yang mengubah hidup. Program penguatan kesehatan ini diarahkan sebagai komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kesuksesan ibadah jemaah dari Kota Jambi.