Pencarian

Rapat Evaluasi di Merangin, Bupati M Syukur Murka Banyak Kepala OPD dan Camat Tak Hadir, Serapan Anggaran Masih di Bawah 10 Persen

Senin, 22 Juni 2026 • 00:21:01 WIB
Rapat Evaluasi di Merangin, Bupati M Syukur Murka Banyak Kepala OPD dan Camat Tak Hadir, Serapan Anggaran Masih di Bawah 10 Persen
Bupati Merangin M. Syukur menegur kepala OPD dan camat yang tidak hadir dalam rapat evaluasi serapan anggaran.

MERANGIN — Suasana rapat yang digelar di Ruang Pola Lantai 4 Kantor Bupati Merangin berubah tegang saat Bupati M. Syukur melakukan “absen langsung” di awal pertemuan. Dari data yang terkumpul, sejumlah kepala dinas dan camat tidak hadir secara fisik, bahkan ada yang tidak mengirimkan perwakilan sama sekali.

“Evaluasi ini bukan hanya soal target berapa yang tercapai. Disinilah tolak ukur kemampuan Bapak dan Ibu untuk menjadi pimpinan,” tegas M. Syukur dengan nada serius di hadapan para pejabat yang hadir.

Serapan Anggaran Jalan di Tempat di Bulan Keenam

Selain soal absensi, Bupati M. Syukur menyoroti kondisi fiskal daerah yang dinilai sangat mengkhawatirkan. Memasuki bulan keenam tahun anggaran 2026, idealnya realisasi belanja daerah sudah mencapai lebih dari 40 persen. Namun, banyak OPD dan kecamatan yang serapan anggarannya masih di bawah 10 persen.

“Kalau ada anggaran masih 6 persen sampai hari ini, berarti ada persoalan yang sangat serius. Kita ini sudah memasuki bulan keenam, seharusnya minimal sudah di atas 40 persen agar kita bisa kejar di bulan 10 (Oktober) nanti,” cetus Bupati.

Kondisi ini dinilai bakal menghambat eksekusi program-program pembangunan yang telah direncanakan dalam visi-misi daerah. Bupati menegaskan, kehadiran fisik para kepala dinas dan camat dalam rapat evaluasi bersifat wajib karena menyangkut nasib program yang ditunggu masyarakat.

Fenomena “Rasa Takut” yang Menghambat Eksekusi

Bupati M. Syukur juga menyentil kebiasaan di kalangan OPD yang kerap menunda pelaksanaan program kerja dengan alasan teknis penyesuaian satuan harga. Banyak pejabat memilih menunggu Anggaran Perubahan, sehingga pengerjaan proyek menumpuk secara tidak maksimal di akhir tahun.

Ia meminta seluruh jajaran untuk segera mengeksekusi program kerja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sepanjang tidak melanggar peraturan perundang-undangan. “Rasa takut” yang berlebihan dinilai justru menjadi biang keladi rendahnya realisasi anggaran.

Bupati memberikan peringatan keras bahwa rapor LPPK dan kedisiplinan rapat kali ini akan menjadi catatan penting dalam penilaian karier para pejabat di lingkungan Pemkab Merangin.

“Ingat Bapak, Ibu, ini salah satu penilaian kinerja Bapak dan Ibu semua,” tutup M. Syukur dengan tegas.

Bagikan
Sumber: aksesjambi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks