KOTA JAMBI — Gubernur Jambi Al Haris memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polda Jambi yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga turun tangan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Apresiasi itu disampaikan saat ia menghadiri Job Fair HUT Bhayangkara ke-80 di Lippo Mall Kota Jambi, Senin.
“Angka (penyebab) kriminal itu adalah pengangguran, kemiskinan. Yang banyak menganggur di kota, karena banyak migran (pendatang) masuk ke kota,” kata Al Haris dalam sambutannya.
1.000 Lowongan Kerja Baru dan Bazar UMKM 2026
Kegiatan yang berlangsung mulai 22 hingga 24 Juni 2026 itu tidak hanya menyediakan lapangan kerja bagi 1.000 orang Jambi. Polda Jambi juga menggandeng pelaku usaha untuk menggelar bazar UMKM secara bersamaan.
Al Haris menilai langkah ini sangat strategis. Sebab, setiap tahun Provinsi Jambi meluluskan sekitar 41 ribu siswa SMA/SMK sederajat, dan hampir setengahnya membutuhkan lapangan kerja. Tanpa ada serapan tenaga kerja yang memadai, angka pengangguran terdidik berpotensi terus membengkak.
Angka Kemiskinan Ekstrem Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Selain pengangguran, Al Haris juga menyoroti data kemiskinan di Jambi. Saat ini, jumlah penduduk miskin di provinsi itu menyentuh angka sekitar 270 ribu jiwa atau 7,1 persen dari total penduduk. Dari jumlah tersebut, 19 ribu di antaranya masuk kategori miskin ekstrem.
“Pengangguran dan kemiskinan merupakan masalah serius, sehingga sering menimbulkan persoalan gangguan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Menurut gubernur, tingginya angka kriminalitas sebagian besar dipicu oleh faktor sulitnya mendapatkan ruang kerja. Karena itu, ia menilai inisiatif kepolisian membuka job fair adalah langkah luar biasa yang patut didukung.
Polri Tidak Hanya Tegakkan Hukum, tapi Juga Buka Peluang Kerja
“Saya berterima kasih kepada Polda Jambi, ini adalah langkah luar biasa, Polri tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi ikut membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ucap Al Haris.
Gubernur berharap kegiatan serupa bisa terus digelar secara berkala di berbagai daerah di Jambi, sehingga angka pengangguran dan kemiskinan bisa ditekan lebih signifikan. Dengan begitu, potensi gangguan kamtibmas akibat faktor ekonomi juga bisa diminimalisir.