TANJAB TIMUR — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-65 di SMAN 1 Tanjab Timur berlangsung khidmat dengan melibatkan siswa dari Ambalan Satrio Bakri dan Cinder Mato sebagai petugas upacara. Kepala SMAN 1 Tanjab Timur yang juga Kamabigus, Nurkholis Huda, bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Nurkholis menegaskan bahwa gerakan Pramuka bukan hanya milik siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pelajar di sekolah tersebut. Menurutnya, kegiatan kepramukaan adalah wahana pembentukan karakter yang konkret.
Bekal Keterampilan, Bukan Sekadar Kegiatan Rutin
Nurkholis menjelaskan, Pramuka memberikan pengalaman nyata kepada murid untuk mengasah keterampilan, keberanian, serta kreativitas dan inovasi. Kegiatan ini juga disebutnya mampu menumbuhkan kemandirian dan kemampuan bekerjasama antar siswa, yang tidak selalu didapat dari pembelajaran di dalam kelas.
"Hendaknya, Trisatya dan Dasadarma Pramuka tidak hanya menjadi hafalan dalam ucapan saja, akan tetapi mampu di praktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari," ujar Nurkholis di hadapan peserta upacara.
Pesan Kamabigus di Tengah Derasnya Arus Digital
Momen peringatan HUT Pramuka ke-65 ini juga dimanfaatkan Nurkholis untuk menyoroti tantangan zaman. Ia menilai perkembangan teknologi digital dan kecerdasan digital menghadirkan persoalan baru, termasuk dalam hal ketahanan pangan dan energi.
Kepada seluruh peserta didik, ia berpesan agar teknologi dimanfaatkan secara benar dan bijak. Pesan ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kepramukaan harus relevan dan menjadi kompas moral bagi generasi muda dalam menyikapi perubahan zaman.
Peringatan HUT Pramuka tahun ini mengusung semangat "Jaya Pramuka Jaya Indonesia", yang disampaikan langsung oleh Kamabigus dalam sambutannya di hadapan para guru, tenaga pendidik, dan siswa-siswi SMAN 1 Tanjab Timur.