MUARASABAK — PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Cabang Bengkulu-Jambi menggandeng Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam program penanganan stunting. Sebanyak 250 paket nutrisi produk HealthyWay KIDS dibagikan kepada anak-anak di daerah tersebut, Jumat (15/5).
Deputy Branch Manager Operasional PT Indomarco Prismatama Cabang Bengkulu-Jambi, Rachmad Zainuri, mengatakan program ini merupakan investasi nutrisi untuk mendukung kesehatan pencernaan dan kecerdasan anak. Menurutnya, kegiatan serupa telah berlangsung di 20 kota dan kabupaten di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera Utara, Lampung, Sumatera Barat, hingga Nusa Tenggara Timur.
Selain bantuan nutrisi, Indomaret membuka akses pasar bagi produk lokal. Saat ini, sedikitnya tujuh produk UMKM asal Tanjung Jabung Timur telah dipasarkan di gerai Indomaret dan tersebar di seluruh Provinsi Jambi.
Rachmad menegaskan, pihaknya terbuka terhadap produk UMKM yang ingin masuk ke jaringan ritel modern selama memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. "Kami welcome terhadap produk lokal yang ingin dipasarkan di Indomaret. Bahkan mendapat dukungan penuh dari manajemen," ujarnya.
Bupati Tanjung Jabung Timur, Dillah Hikmah Sari, mengapresiasi kepedulian Indomaret terhadap masyarakat, khususnya dalam penanganan stunting. Ia berharap bantuan nutrisi ini dapat membantu meningkatkan kesehatan anak-anak di daerahnya.
"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian Indomaret terhadap masyarakat Tanjabtim," kata Dillah.
Bupati juga menyambut baik dukungan terhadap UMKM lokal yang kini telah menembus pasar ritel modern. Menurutnya, peluang ini diharapkan mampu mendorong UMKM Tanjabtim naik kelas dan berkembang, sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat daerah.
Program CSR Indomaret yang berkolaborasi dengan HealthyWay KIDS ini tidak berhenti di Tanjabtim. Rachmad menyebut, pihaknya menargetkan perluasan jangkauan ke lebih banyak daerah di Indonesia. Hingga saat ini, program telah menjangkau wilayah di Sumatera, Jawa, dan Nusa Tenggara Timur.
Kolaborasi antara perusahaan ritel dan pemerintah daerah ini dinilai menjadi model penanganan stunting yang efektif, karena menggabungkan bantuan langsung dengan pemberdayaan ekonomi lokal melalui produk UMKM.