JAMBI — Kegembiraan meledak di Emirates Stadium saat Arsenal memastikan diri sebagai juara Premier League 2025/2026. Setelah tiga musim beruntun finis sebagai runner-up, The Gunners akhirnya menuntaskan dahaga gelar liga yang sudah dinanti sejak 2003/2004.
Manajer Mikel Arteta tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia menyebut perjalanan timnya penuh dengan pelajaran pahit yang akhirnya berbuah manis.
"Lihat betapa bahagianya Arsenal! Ini bukan sekadar trofi. Ini tentang bagaimana kami bangkit setiap kali jatuh. Para pemain tidak pernah menyerah, staf tidak pernah berhenti percaya," ujar Arteta dengan nada bergetar.
Arsenal datang ke musim 2025/2026 dengan beban psikologis yang berat. Pada 2023/2024 mereka kehilangan gelar di pekan-pekan akhir, dan musim lalu kembali kalah tipis dari Manchester City. Namun, konsistensi di paruh kedua musim ini menjadi pembeda.
Kemenangan krusial atas Liverpool di Anfield pada Februari lalu disebut Arteta sebagai titik balik. "Setelah laga itu, saya tahu tim ini punya mental juara. Mereka tidak gentar di kandang lawan," tambahnya.
Statistik menunjukkan Arsenal memiliki rekor pertahanan terbaik liga musim ini dengan hanya kebobolan 28 gol. Duet bek tengah William Saliba dan Gabriel Magalhães menjadi fondasi yang sulit ditembus.
Di lini depan, kontribusi Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli tetap menjadi andalan. Namun, kejutan datang dari pemain pengganti seperti Leandro Trossard yang mencetak gol penentu di tiga laga tandang krusial.
Dengan raihan 89 poin, Arsenal unggul lima angka atas Manchester City di posisi kedua. Kemenangan ini juga mengamankan tiket langsung ke fase grup Liga Champions musim depan.
Arteta menegaskan bahwa ini bukan akhir. "Kami lapar. Trofi ini adalah awal. Arsenal harus kembali ke tempat seharusnya: bersaing di setiap kompetisi," pungkasnya.