JAMBI — Langkah kolaboratif ini diresmikan dalam acara Kick Off Uji Coba Program Co-operative Compliance di Jakarta, Senin (13/7). Pertamina dan DJP sepakat membangun sinergi melalui kepatuhan kolaboratif yang mencakup pertukaran data secara real-time dan pengawasan internal berbasis risiko.
Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Mega Satria, menyebut kepercayaan dari pemerintah ini merupakan tanggung jawab besar yang dijalankan dengan komitmen penuh. Menurutnya, kolaborasi ini bukan sekadar penguatan sistem perpajakan, tetapi juga upaya memperkuat tata kelola di seluruh Pertamina Group.
"Kami mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan," ujar Mega dalam sambutannya.
Pertamina dinilai memiliki struktur korporasi yang kompleks dan volume transaksi yang besar, sehingga menjadi kandidat ideal untuk menguji sistem integrasi data perpajakan. Program ini memungkinkan DJP mengakses data keuangan Pertamina secara langsung, sehingga proses pemeriksaan bisa berjalan lebih efisien.
Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, mengapresiasi keterbukaan Pertamina sebagai mitra pertama dalam uji coba ini. Ia menjelaskan, dengan dukungan Tax Control Framework dan integrasi data, risiko perpajakan dapat diidentifikasi lebih dini.
"Ini memberikan kepastian hukum, menekan biaya kepatuhan, dan meminimalkan potensi sengketa," kata Bimo.
Bagi Pertamina, sistem ini juga mengurangi beban administrasi karena data tidak perlu lagi diverifikasi secara manual. Proses pelaporan dan pembayaran pajak menjadi lebih cepat dan akurat. Sementara bagi negara, penerimaan pajak bisa lebih optimal karena pengawasan berjalan secara kontinu.
Program Co-operative Compliance ini menjadi pilot project yang akan dievaluasi sebelum diperluas ke wajib pajak besar lainnya. DJP berharap, model integrasi data seperti ini bisa menjadi standar baru administrasi perpajakan di Indonesia.
Pertamina sendiri berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam reformasi perpajakan nasional. Mega menambahkan, sinergi ini adalah bukti bahwa BUMN bisa menjadi pionir dalam tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Dengan adanya sistem ini, Pertamina tidak hanya menjadi perusahaan energi terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi contoh dalam kepatuhan perpajakan yang modern dan terpercaya.