JAMBI — Google kembali menyuntikkan fitur anyar ke Snapseed Camera untuk Android. Dua tambahan utama dalam versi terbaru ini adalah dukungan metadata lokasi (geotag) dan kemampuan menyimpan foto asli untuk diedit ulang di lain waktu. Pembaruan ini melengkapi serangkaian fitur yang sudah diperkenalkan bulan ini, seperti grid lines, level options, dan dukungan RAW yang diperluas di editor.
Fitur geotagging memungkinkan foto yang diambil lewat Snapseed Camera memiliki data lokasi, persis seperti jepretan dari aplikasi kamera ponsel biasa. Di menu Camera Settings, pengguna akan menemukan toggle baru bernama “Location Metadata”.
Secara default, fitur ini dalam posisi mati. Saat diaktifkan, sistem akan memunculkan notifikasi izin akses lokasi. Setelah diizinkan, setiap bidikan akan otomatis menyematkan koordinat tempat foto diambil.
Fitur kedua yang tak kalah penting adalah “Capture original for re-editing”. Opsi ini aktif secara default. Fungsinya menyimpan versi dasar foto sebelum efek atau filter diterapkan, sehingga pengguna bisa kembali mengeditnya kapan saja tanpa harus memulai dari awal.
Selain itu, pengaturan baru ini juga memberikan kendali lebih kepada pengguna untuk memilih folder penyimpanan hasil jepretan. Lewat pemilih file sistem, kamu bisa membuat folder khusus untuk Snapseed, misalnya “Snapseed Originals” atau “Snapseed Edits”, agar file tidak tercampur dengan koleksi foto lain di galeri.
Pembaruan ini bukan yang pertama dalam sebulan terakhir. Sebelumnya, Snapseed Camera sudah lebih dulu mendapat tambahan grid lines dan level options untuk membantu komposisi foto. Di sisi editor, dukungan RAW diperluas sehingga pengguna bisa mengedit file mentah dari kamera mirrorless atau DSLR langsung di aplikasi. Fitur undo dan redo juga kini tersedia di hampir semua alat editing.
Versi 4.1.1.x Snapseed untuk Android sudah mulai didistribusikan secara bertahap melalui Google Play Store. Jika belum muncul di daftar update, coba periksa secara manual atau tunggu beberapa hari hingga rollout merata ke semua pengguna.
Bagi pengguna yang sering memotret langsung dari Snapseed, dua fitur ini menjawab kebutuhan dasar: foto tetap terlacak lokasinya dan file asli aman untuk diedit ulang. Cocok untuk kamu yang ingin workflow editing tetap rapi tanpa khawatir kehilangan data mentah.