Pencarian

Analisis APBD 11 Kabupaten/Kota di Jambi: Kota Jambi PAD Tertinggi, Kerinci Tergantung Transfer Pusat 98%

Rabu, 22 Juli 2026 • 18:02:31 WIB
Analisis APBD 11 Kabupaten/Kota di Jambi: Kota Jambi PAD Tertinggi, Kerinci Tergantung Transfer Pusat 98%
Kota Jambi mencatatkan Pendapatan Asli Daerah tertinggi di Provinsi Jambi dengan realisasi mencapai Rp618,98 miliar pada tahun sebelumnya.

JAMBI — Data APBD 2026 dan realisasi Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2025 mengungkap kondisi fiskal yang timpang di Provinsi Jambi. Kota Jambi tercatat sebagai wilayah dengan pendapatan tertinggi, mencapai Rp1,77 triliun dengan belanja Rp1,81 triliun, serta realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp618,98 miliar pada tahun sebelumnya.

Kota Jambi Satu-satunya dengan Rasio Kemandirian di Atas 40 Persen

Di sisi lain, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh hanya memiliki postur pendapatan sekitar Rp0,70 triliun. Tingkat ketergantungan Kerinci terhadap transfer pusat bahkan menembus angka lebih dari 98 persen, sementara Kota Sungai Penuh baru menyerap TKD sebesar 72,98 persen.

Daerah Kaya SDA Terima Transfer Tertinggi, Tapi Rentan Fluktuasi

Wilayah dengan kekayaan sumber daya alam justru menerima alokasi transfer terbesar. Tanjung Jabung Barat mendapat Rp1,71 triliun, disusul Muaro Jambi Rp1,39 triliun, dan Batanghari Rp1,27 triliun. Namun, Noviardi Ferzi menegaskan bahwa angka besar itu merupakan hasil parameter alokasi pemerintah pusat, bukan indikator kemandirian.

"Itu adalah hasil dari parameter alokasi pemerintah pusat, sehingga setiap perubahan kebijakan fiskal nasional langsung mengguncang postur anggaran daerah tersebut," ujarnya.

Belanja Operasional Dominasi 88,5 Persen, Ruang Investasi Sempit

Pengamat itu memperingatkan bahwa ketergantungan pada Dana Bagi Hasil (DBH) sektor minyak, gas, dan kehutanan membuat daerah rentan terhadap fluktuasi harga komoditas. Kemandirian fiskal rata-rata daerah di Jambi masih jauh di bawah angka nasional. Hanya Kota Jambi yang mencapai rasio sekitar 41 persen, sementara sebagian besar wilayah lain berada di bawah 20 persen.

Secara keseluruhan, penyaluran TKD provinsi per September 2025 mencapai Rp11,68 triliun atau 76,06 persen dari pagu. Komposisi belanja yang masih didominasi belanja operasional hingga 88,5 persen pada triwulan I juga menyempitkan ruang untuk investasi jangka panjang.

Dorong Hilirisasi Sawit dan Digitalisasi Pajak Daerah

Menghadapi kondisi ini, Noviardi mendesak pemerintah daerah untuk mempercepat hilirisasi komoditas seperti sawit dan karet. Ia juga mendorong penguatan digitalisasi pemungutan pajak serta penyusunan instrumen pajak berbasis lingkungan terhadap perusahaan berskala besar.

Bagikan
Sumber: jambiindependent.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks