SUNGAI GELAM — Pembelajaran di MAN 1 Muaro Jambi tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Jumat pekan lalu, halaman belakang madrasah berubah menjadi lahan pertanian mini saat ratusan siswa mengikuti kegiatan kokurikuler menanam tanaman. Setiap kelas mendapat jenis tanaman berbeda: kelas X menanam terong, kelas XI jagung, dan kelas XII kacang panjang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat materi yang telah dipelajari di kelas. Suratno, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, menyebut bahwa praktik langsung membuat siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga menghubungkannya dengan realitas sehari-hari. “Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mempraktikkannya secara nyata,” ujarnya.
Menurut Suratno, pengalaman di luar kelas memberi kesan lebih mendalam. Ia menambahkan, kegiatan ini juga melatih keterampilan sosial dan kreativitas siswa. Para guru turun langsung mendampingi, memberikan arahan sekaligus motivasi.
Salah satu siswa kelas XII, Habibi, mengaku bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa menanam kacang panjang memberikan pengalaman baru. “Saya jadi tahu cara menanam kacang panjang dengan benar,” katanya. Habibi merasa belajar di alam terbuka lebih menyenangkan dan tidak membosankan dibandingkan di dalam kelas.
Suasana kegiatan terlihat hidup. Siswa bekerja sama menyiapkan lahan, menanam bibit, dan menyiram tanaman. Canda dan tawa terdengar di sela-sela aktivitas. Mereka belajar tentang kesabaran dan ketekunan dalam merawat tanaman.
Selain aspek akademik, kegiatan kokurikuler ini juga dirancang untuk menanamkan karakter positif. Nilai-nilai seperti kerja keras, tanggung jawab, dan kepedulian lingkungan ditanamkan melalui proses menanam hingga merawat tanaman. Madrasah berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai sarana pembelajaran karakter yang efektif.
Partisipasi aktif siswa dan guru menjadi kunci kelancaran acara. Suratno menekankan bahwa kegiatan kokurikuler penting untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler. “Pengalaman langsung akan membuat pembelajaran lebih bermakna bagi siswa,” ujarnya. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan sukses dan membuktikan bahwa belajar tidak harus selalu di dalam kelas.