Review BYD M6 DM: Klaim Hemat 60% Bahan Bakar dan Biaya Servis, Ini Hitungan Detailnya

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:14:01 WIB
BYD M6 DM dipamerkan pada ajang GIASS 2026 di Jambi, menampilkan simulasi biaya operasional harian yang diklaim lebih hemat dibandingkan mobil bensin.

JAMBI — Klaim efisiensi dari pabrikan selalu perlu diverifikasi, terutama untuk mobil plug-in hybrid yang membandingkan konsumsi energi dengan mobil bensin. Dalam paparan resminya di GIASS 2026, BYD membeberkan simulasi biaya harian BYD M6 DM menggunakan asumsi tarif listrik rumah Rp 1.800 per kWh, tarif SPKLU Rp 2.800 per kWh, dan harga Pertamax RON 92 Rp 15.950 per liter. Perhitungan ini bukan sekadar angka marketing—ada data teknis yang bisa kita bedah.

Simulasi Biaya Harian: Rp 360 per Kilometer dengan Home Charging

Pada skenario jarak 150 km dengan pengisian daya di rumah, BYD M6 DM mengonsumsi 9,2 kWh listrik dan 2,3 liter bensin. Total biaya perjalanan mencapai Rp 53.278 atau sekitar Rp 360 per kilometer. Jika pengguna mengandalkan SPKLU, biaya naik menjadi Rp 62.428 atau Rp 416 per kilometer.

Sebagai perbandingan, mobil bensin pada simulasi yang sama membutuhkan 9,1 liter bahan bakar dengan total biaya Rp 145.000—setara Rp 967 per kilometer. Artinya, penghematan dengan home charging mencapai sekitar 60 persen, dan skenario SPKLU pun masih menawarkan efisiensi signifikan.

Hasil Media Challenge Jakarta dengan jarak 149 km bahkan mencatat angka lebih impresif: konsumsi 14,5 kWh dan 1,4 liter bensin, total biaya Rp 48.831 atau Rp 328 per kilometer. Mobil bensin pada rute yang sama menghabiskan Rp 144.033, membuat selisih penghematan mencapai 66 persen.

Biaya Servis Lebih Murah, Interval Lebih Panjang

Dari sisi perawatan, BYD mengklaim biaya rata-rata tiga tahun pertama M6 DM sekitar Rp 1.750.000 per tahun, dibandingkan Rp 2.500.000 untuk mobil bensin—penghematan 30 persen. Angka ini masuk akal karena sistem hybrid mengurangi beban kerja mesin pembakaran.

Interval servis juga menjadi nilai jual utama. Untuk pemakaian dominan EV, servis cukup dilakukan setiap 20.000 km atau satu tahun. Mode HEV mengikuti interval 10.000 km, sama seperti mobil bensin konvensional yang umumnya butuh perawatan setiap 10.000 km atau enam bulan.

Perlu dicatat, angka perawatan tersebut belum termasuk penggantian komponen besar seperti ban atau kampas rem. Namun penghematan dari interval servis yang lebih panjang jelas terasa di kantong konsumen yang sering berkendara harian.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Klaim efisiensi BYD sangat bergantung pada pola pengisian daya. Tanpa home charging, keunggulan biaya menyusut—skenario SPKLU menghasilkan selisih penghematan lebih kecil dibandingkan home charging. Konsumen yang tinggal di apartemen atau rumah tanpa akses listrik khusus perlu mempertimbangkan hal ini.

Harga Pertamax yang digunakan dalam simulasi (Rp 15.950 per liter) juga berpotensi berubah sewaktu-waktu. Jika harga BBM naik, keunggulan M6 DM justru semakin besar; sebaliknya jika turun, selisihnya mengecil.

Terakhir, teknologi baterai dan sistem DM masih relatif baru di pasar Indonesia. Meski BYD menawarkan garansi, biaya perbaikan di luar garansi untuk komponen hybrid belum teruji di bengkel umum. Ini risiko yang harus ditanggung pemilik dibandingkan mobil bensin yang infrastruktur servisnya sudah matang.

Kesimpulan: Hemat Nyata, Tapi Syaratnya Jelas

Klaim BYD M6 DM soal penghematan 60 persen biaya operasional dan 30 persen biaya maintenance bisa dipertanggungjawabkan secara matematis dengan asumsi yang dipaparkan. Mobil ini jelas lebih efisien dibandingkan kendaraan bensin untuk pemakaian harian, terutama jika pengguna rutin mengisi daya di rumah.

Cocok untuk Anda yang memiliki akses home charging dan menempuh jarak 50-100 km per hari. Kurang ideal untuk mereka yang hanya mengandalkan SPKLU atau sering melakukan perjalanan luar kota tanpa kepastian stasiun pengisian. Sebelum memutuskan, hitung ulang biaya listrik dan BBM sesuai tarif di wilayah Anda—hasilnya akan menentukan apakah investasi puluhan juta rupiah ini benar-benar menguntungkan.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: jagatreview.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top