JAMBI — Kabut asap kembali menyelimuti Kota Jambi dan membuat kualitas udara di wilayah tersebut berada di level membahayakan. Berdasarkan data pemantauan indeks kualitas udara secara real-time pada Sabtu (29/8/2026) pukul 18.00 WIB, nilai AQI? AS di Jambi menyentuh angka 213.
Angka tersebut menempatkan Jambi di peringkat ketiga kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Posisi pertama ditempati Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dengan AQI mencapai 723, disusul Pontianak, Kalimantan Barat, dengan AQI 296.
Buruknya kualitas udara di Jambi terutama dipengaruhi tingginya konsentrasi PM2.5, partikel halus berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang mampu menembus paru-paru dan masuk ke aliran darah.
Pada pukul 18.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Jambi tercatat mencapai 138 µg/m³. Angka ini 27,6 kali lipat lebih tinggi dari nilai pedoman tahunan PM2.5 yang direkomendasikan WHO.
Selain PM2.5, pemantauan juga mencatat konsentrasi PM10 sebesar 129,6 µg/m³, ozon (O?) 39,3 µg/m³, nitrogen dioksida (NO?) 19,1 µg/m³, dan sulfur dioksida (SO?) 46,5 µg/m³.
Memburuknya kualitas udara ini terjadi di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah Provinsi Jambi. Kabut asap yang menyelimuti beberapa daerah dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran warga akan dampak kesehatan.
Pemerintah dan instansi terkait diharapkan terus memantau sumber pencemaran udara, termasuk memastikan penanganan titik-titik api karhutla dilakukan secara maksimal.
Tingginya konsentrasi partikulat halus menjadi perhatian serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mengenakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara tercemar.
Data kualitas udara ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi atmosfer dan sumber polusi di lapangan. Kota-kota lain yang masuk daftar kualitas udara buruk pada waktu yang sama antara lain Palembang dengan AQI 208, Pekanbaru 141, Bandung 129, dan Medan 119.