JAMBI — Kantor Pertanahan Kota Jambi turut berdukacita atas musibah gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam pernyataan resmi yang diterima media, keluarga besar instansi tersebut mengajak publik untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan warga yang terdampak.
Pernyataan ini menjadi bagian dari gelombang kepedulian dari berbagai elemen masyarakat di tengah proses penanganan bencana yang masih berlangsung di lokasi kejadian.
Harapan untuk Korban dan Petugas di Lapangan
Kantor Pertanahan Kota Jambi menyampaikan harapan agar masyarakat yang menjadi korban diberikan kekuatan dan ketabahan. Doa juga dipanjatkan agar proses evakuasi dan penyaluran bantuan kemanusiaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
"Kami turut berdukacita atas gempa bumi yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Semoga saudara-saudara kita yang terdampak diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini," demikian bunyi pesan yang disampaikan jajaran Kantor Pertanahan Kota Jambi.
Apresiasi khusus turut disampaikan kepada para petugas yang bertugas di lapangan. Mereka yang terlibat dalam proses evakuasi, pencarian korban, hingga distribusi bantuan diharapkan selalu dalam lindungan keselamatan dan kesehatan selama menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.
Ajakan Perkuat Gotong Royong untuk Pemulihan NTT
Lebih jauh, Kantor Pertanahan Kota Jambi menyerukan penguatan nilai persaudaraan dan gotong royong di tengah masyarakat. Instansi ini menilai dukungan moral dan bantuan nyata dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk meringankan beban para korban.
Dukungan tersebut dinilai dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah NTT. Gempa bumi yang menggunakan sejumlah daerah di provinsi kepulauan itu telah menimbulkan dampak signifikan bagi warga setempat.
Berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, lembaga kemanusiaan, hingga masyarakat umum, terus menunjukkan kepedulian terhadap para penyintas. Kantor Pertanahan Kota Jambi berharap solidaritas ini terus mengalir hingga masa tanggap darurat berakhir dan proses rehabilitasi dimulai.