JAMBI — Bukan sekadar isu, ketertarikan menggarap A Plague Tale versi modern ternyata berawal dari banyaknya permintaan pemain. Hal ini diungkapkan langsung oleh lead level designer Valérian Robert, lead writer Carol Ann Bañuls, dan aktor Anna Demetriou dalam sesi wawancara bersama Techradar.
Menurut pengakuan mereka, pertanyaan soal latar modern ini terus berulang datang dari komunitas, hingga akhirnya memicu diskusi internal di studio Bordeaux tersebut.
Anna Demetriou, yang memerankan karakter utama di seri ini, menilai bahwa game dengan latar modern akan sangat mirip dengan gaya The Last of Us. Ia bahkan menyebut ide tersebut langsung disambut antusias oleh Carol Ann Bañuls secara pribadi.
Dari sisi penulisan, Carol mengaku ide tersebut sangat menarik untuk dieksplorasi. Yang membuat konsep ini masuk akal adalah keberadaan plot kutukan kuno Prima Macula yang menurun dari generasi ke generasi. Sifat warisan inilah yang dinilai tetap bisa dijalankan dalam setting apa pun, termasuk dunia modern.
Perlu digarisbawahi bahwa seri ini tidak pernah sepenuhnya mengambil latar grounded. Alur ceritanya selalu dibumbui elemen supernatural lewat kutukan yang meracuni anak-anak sejak lahir. Justru elemen inilah yang membuat transisi ke era modern terasa natural, karena konflik utama tidak pernah bergantung pada teknologi atau setting zaman tertentu.
Meski begitu, wacana ini masih jauh dari status resmi. Sampai saat ini belum ada pengumuman soal kelanjutan seri utama dari Asobo Studio.
Proyek terbaru yang diketahui publik hanyalah Resonance: A Plague Tale Legacy yang baru saja dirilis. Belum ada informasi tambahan mengenai game berikutnya, apalagi kepastian soal versi modern yang kabarnya tengah dipertimbangkan.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini tentu menarik untuk diikuti, terlebih The Last of Us sendiri memiliki basis penggemar yang cukup besar di sini. Jika benar direalisasikan, bisa jadi ini akan menjadi pergeseran besar bagi identitas serial yang selama ini identik dengan atmosfer abad pertengahan Eropa.