BATANGHARI — Target pemerintah menaikkan Indeks Pertanaman (IP) menjadi 200 di Kabupaten Batanghari mulai diwujudkan. Polbangtan Bogor bersama penyuluh pertanian setempat melakukan verifikasi lapangan di Kecamatan Muara Bulian, Kamis (20/8/2026), untuk memastikan lahan siap digarap pada musim tanam berikutnya.
Pengecekan difokuskan pada kondisi lahan, ketersediaan sarana produksi, dukungan irigasi, hingga kesiapan petani. Lokasi yang menjadi sasaran adalah area Optimasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang tersebar di kecamatan tersebut. Hasil verifikasi ini akan menjadi dasar pelaksanaan Gerakan Tanam Bersama agar berjalan sesuai jadwal.
IP 200 berarti lahan pertanian ditanami dua kali dalam satu tahun, alih-alih sekali seperti pola konvensional. Dengan intensitas tanam yang lebih tinggi, produksi padi diharapkan meningkat tanpa perlu membuka lahan baru secara masif.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyebut kebijakan ini sebagai cara mengoptimalkan lahan yang sudah ada.
"Peningkatan Indeks Pertanaman menjadi IP 200 merupakan salah satu upaya kita untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan produksi pangan," ujar Idha dalam keterangan yang diterima redaksi.
Dalam peninjauan tersebut, Direktur Polbangtan Bogor Yoyon bersama jajarannya menggelar koordinasi dengan penyuluh Kabupaten Batanghari. Mereka mencocokkan data rencana tanam dengan kondisi aktual di lapangan, termasuk memastikan petani memahami pola tanam baru.
"Kesiapan lahan, sarana produksi, irigasi, dan petani harus dipastikan secara menyeluruh. Ketika gerakan tanam dilaksanakan, seluruh unsur sudah siap bergerak bersama," ujar Yoyon.
Idha menambahkan, kolaborasi antar pihak tidak bisa ditawar. Menurutnya, sinergi antara penyuluh, petani, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar potensi lahan dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Keterlibatan perguruan tinggi vokasi pertanian dalam program ini dinilai strategis. Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menegaskan bahwa pengetahuan mahasiswa dan sivitas akademika harus berdampak langsung bagi petani di lapangan.
"Perguruan tinggi vokasi harus mendukung program prioritas Kementerian Pertanian melalui penguatan kompetensi dan penerapan pengetahuan di lapangan," kata Amin. Kehadiran Polbangtan di Batanghari menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi tidak berhenti di ruang kelas, melainkan ikut mengawal target produksi pangan nasional.
Dengan verifikasi yang dilakukan sejak tahap awal, Gerakan Tanam Bersama di Batanghari diharapkan tidak hanya mengejar luas tanam, tetapi juga produktivitas lahan secara berkelanjutan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempatkan percepatan tanam sebagai langkah strategis menjaga momentum produksi pangan nasional.