Pencarian

Gentala Arasi 2026 Pindah ke KCBN Muaro Jambi, BI Targetkan Ekosistem Digital hingga PAD Pemda

Rabu, 02 September 2026 • 12:54:31 WIB
Gentala Arasi 2026 Pindah ke KCBN Muaro Jambi, BI Targetkan Ekosistem Digital hingga PAD Pemda
Gentala Arasi 2026 resmi dipindahkan ke KCBN Muaro Jambi sebagai ruang edukasi ekonomi digital.

JAMBI — Perhelatan tahunan Bank Indonesia itu resmi berpindah lokasi dari sebelumnya yang kerap digelar di pusat kota. Gentala Arasi 2026 sengaja dirancang sebagai ruang edukasi yang menautkan kebesaran masa lalu dengan kebutuhan ekonomi modern, bukan ajang keramaian semata.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi, Tedy Arief Budiman, menyebut wajah baru Gentala Arasi kali ini membawa substansi yang lebih kuat.

"Tahun ini kita hadirkan wajah baru dari Gentala Arasi. Bukan hanya menjadi tempat yang ramai dikunjungi masyarakat, tetapi ada nilai yang ingin kita sampaikan," kata Tedy dalam Bincang Bareng Media di Tamarind Cafe, Kota Jambi, Selasa (1/9/2026).

Mengapa Candi Muaro Jambi Jadi Pusat Perayaan?

Pemilihan KCBN Muaro Jambi bukan tanpa perhitungan. Tedy menegaskan kawasan candi terluas di Sumatera ini merupakan aset peradaban yang perlu diperkenalkan lebih dekat ke publik.

"Candi Muaro Jambi adalah aset yang perlu kita gerakkan. Apalagi tidak lama lagi jalan tol akan terhubung ke Jambi. Maka mulai sekarang kita perlu memperkenalkan museum baru ini kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, lokasi ini menjadi simbol penghubung dua masa: kejayaan Sriwijaya di masa lampau dengan lompatan ekonomi digital masa depan. Museum Sriwijaya Dharmakirti yang berada di kompleks tersebut dinilai layak menjadi etalase baru bagi kemajuan ekonomi Jambi.

Apa Target Digitalisasi yang Ingin Dicapai?

BI Jambi tidak hanya menargetkan transaksi nontunai di sektor ritel. Digitalisasi pembayaran diarahkan untuk masuk ke berbagai lini pelayanan publik, mulai dari transportasi, tiket wisata, bantuan sosial, hingga sistem parkir daerah.

Tedy mencontohkan, penerapan pembayaran digital dapat menjadi alat bagi pemerintah daerah untuk menekan kebocoran pendapatan.

"Digitalisasi pembayaran parkir maupun tiket masuk kawasan wisata menjadi salah satu contoh manfaat yang dapat dirasakan," jelasnya.

Ia menambahkan, efeknya akan langsung terasa pada peningkatan PAD tanpa harus menaikkan tarif. Prinsipnya, sebagian kecil transaksi yang terekam jelas lebih baik daripada pendapatan besar yang tidak terpantau.

UMKM dan Literasi Inklusif Jadi Prioritas

Deputi Kepala Perwakilan BI Jambi, Robby Fathir Nashary, mengatakan Gentala Arasi 2026 bakal diisi agenda edukasi dan sosialisasi sistem pembayaran digital. Pelaku UMKM menjadi peserta utama yang diharapkan mampu mengadopsi teknologi ini dalam usahanya.

"Yang ingin kita dorong adalah bagaimana literasi bisa dikuasai secara inklusif. Digitalisasi pembayaran harus bisa diadopsi di berbagai sektor—ekonomi, pariwisata, hingga pemerintahan," sebut Tedy.

Rangkaian acara selama empat hari tersebut akan melibatkan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, pelaku usaha, serta komunitas masyarakat. Seluruh kegiatan dapat diakses gratis oleh publik yang berkunjung ke KCBN Muaro Jambi.

Sinergi lintas instansi ini disebut Tedy sebagai kunci utama keberhasilan transformasi digital di daerah.

"Digitalisasi bukan hanya tugas Bank Indonesia. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk kemaslahatan masyarakat," pungkasnya.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jambiekspres.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks