BYD Siapkan EV Murah Rp 200 Jutaan di Bawah Atto 1, Teknologi Baterai X-Pack Jadi Andalan

Penulis: Mukhtar Latif  •  Rabu, 02 September 2026 | 12:33:31 WIB
BYD menyiapkan kendaraan listrik murah di bawah Atto 1 dengan harga sekitar Rp 200 jutaan.

JAMBI — Langkah ini menjadi bagian dari strategi BYD memperluas pangsa pasar internasional. Model anyar yang diposisikan di bawah BYD Atto 1 itu diperkirakan dibanderol kurang dari 20.000 dolar Australia atau sekitar Rp 200 jutaan, menjadikannya salah satu EV termurah yang dipasarkan secara global.

Kabar ini mencuat di tengah masih minimnya pilihan kendaraan listrik terjangkau di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kendaraan kompak berbasis teknologi anyar ini disebut akan mengisi celah tersebut.

Teknologi X-Pack dan Efisiensi Biaya Produksi

Kunci utama dari proyek ini adalah penggunaan sistem baterai X-Pack. Teknologi tersebut mengintegrasikan inverter dan sejumlah komponen kelistrikan langsung ke dalam paket baterai yang ditempatkan di bawah lantai kendaraan.

Pendekatan ini menghasilkan efisiensi ruang yang lebih baik sekaligus memangkas biaya produksi secara signifikan. Dengan kata lain, BYD mencoba menekan harga jual dari sisi manufaktur, bukan sekadar mengurangi fitur.

Baterai X-Pack direncanakan hadir dalam dua pilihan kapasitas:

  • 22,4 kWh – jarak tempuh sekitar 210 kilometer
  • 35,6 kWh – jarak tempuh hingga 320 kilometer dalam sekali pengisian daya

Bukan Sekadar Versi Global dari BYD Racco

Pengembangan model ini memang berawal dari BYD Racco, kendaraan listrik mungil yang dirancang untuk memenuhi regulasi kei-car di Jepang. Segmen tersebut membatasi panjang maksimal 3,4 meter, lebar 1,48 meter, tinggi 2 meter, serta tenaga maksimal 47 kW.

Kendati demikian, versi global yang tengah disiapkan tidak akan mengadopsi desain microvan seperti saudaranya di Jepang. BYD diperkirakan memilih bentuk hatchback atau mini SUV yang lebih sesuai selera konsumen di banyak negara, termasuk Indonesia.

Model kompak dengan tampilan modern dan fungsional dinilai lebih realistis untuk menarik minat pasar global dibandingkan desain yang terlalu spesifik untuk satu negara.

Regulasi Eropa dan Pabrik Hungaria

Laporan dari Nikkei Asia menyebutkan teknologi yang dikembangkan dalam proyek ini juga dipersiapkan untuk memenuhi regulasi baru kendaraan perkotaan di Eropa. Uni Eropa tengah menyusun kategori city car dengan batas dimensi tertentu untuk mendorong kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Menariknya, regulasi tersebut awalnya dipandang sebagai upaya membatasi dominasi kendaraan murah asal Tiongkok. Namun BYD justru melihatnya sebagai peluang ekspansi.

Strategi ini didukung oleh pembangunan fasilitas produksi baru di Hungaria yang dijadwalkan beroperasi akhir tahun ini. Kehadiran pabrik tersebut memungkinkan BYD memproduksi kendaraan langsung di Eropa, sekaligus mengurangi dampak tarif impor yang selama ini menjadi hambatan utama produsen otomotif asal Tiongkok.

Perbandingan dengan Atto 1 dan Implikasi untuk Indonesia

Sebagai gambaran, BYD Atto 1 versi standar saat ini dibekali baterai 30 kWh dengan motor listrik 65 kW dan jarak tempuh sekitar 220 kilometer. Spesifikasi tersebut relatif berdekatan dengan potensi model berbasis X-Pack yang tengah dikembangkan.

Bagi pasar Indonesia, kehadiran EV dengan harga lebih rendah berpotensi mempercepat adopsi kendaraan listrik. Harga masih menjadi hambatan terbesar bagi konsumen untuk beralih dari mobil bermesin konvensional ke kendaraan listrik.

Apabila BYD berhasil merealisasikan mobil listrik global dengan harga sekitar Rp 200 jutaan, persaingan di segmen EV entry-level dipastikan akan memanas dalam beberapa tahun mendatang.

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: ototekno.harianjogja.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top