JAMBI — Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta mengingatkan bahwa cuaca panas dan kering membuat lingkungan serta material tertentu lebih mudah terbakar. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat dalam setiap aktivitas yang melibatkan sumber api atau listrik.
Warga diimbau menghindari aktivitas yang dapat memicu api, seperti membakar sampah secara sembarangan. Membuang puntung rokok di area yang kering juga menjadi salah satu penyebab yang kerap memicu kebakaran lahan maupun permukiman.
Setelah memasak, pastikan api telah benar-benar padam. Sumber panas sebaiknya dijauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar seperti kain, kertas, atau tumpukan barang di sekitar dapur.
Potensi kebakaran tidak hanya berasal dari api terbuka. Gangguan pada instalasi listrik rumah tangga juga menjadi ancaman yang signifikan selama periode cuaca kering ini.
Masyarakat disarankan untuk memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing secara berkala. Kabel yang rusak atau stopkontak yang sudah tidak layak pakai harus segera diperbaiki atau diganti untuk menghindari hubungan pendek arus.
Penggunaan alat listrik secara berlebihan dalam satu stopkontak atau beban listrik yang melebihi kapasitas perlu dihindari. Pemadaman peralatan listrik yang tidak digunakan juga menjadi langkah preventif yang murah dan efektif.
“Warga diminta untuk tidak menumpuk stopkontak dan memastikan tidak ada kabel yang terkelupas,” kata Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta melalui keterangan resminya, kemarin.
Dinas Gulkarmat turut menganjurkan setiap rumah menyediakan alat pemadam api ringan (APAR). Keberadaan alat tersebut dapat mempermudah penanganan dini sebelum api menyebar ke area yang lebih luas.
Warga diminta segera melaporkan kepada petugas jika menemukan asap atau api yang berpotensi meluas. Respons cepat dari masyarakat dinilai krusial untuk meminimalkan kerugian materi maupun risiko keselamatan jiwa.
Imbauan ini dikeluarkan menyusul sejumlah kejadian kebakaran yang kerap meningkat pada musim kemarau. Koordinasi antara warga dan petugas menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan di tingkat lingkungan paling bawah.