Toyota Tambah Investasi Rp 5 Triliun di Vietnam, Pabrik Disiapkan Produksi Hybrid

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Sabtu, 05 September 2026 | 13:36:01 WIB
Toyota menambah investasi Rp 5 triliun untuk ekspansi pabrik di Vietnam guna mendukung produksi kendaraan hybrid.

JAMBI — Langkah ini membuat total nilai proyek Toyota di Vietnam tembus lebih dari US$ 373 juta. Kapasitas produksi dan perakitan ditargetkan mencapai sekitar 52.000 kendaraan per tahun setelah ekspansi rampung.

Yang menarik, dokumen persetujuan investasi secara khusus menyebut produksi kendaraan hybrid. Artinya, Vietnam mulai diperhitungkan sebagai basis pembuatan mobil elektrifikasi, bukan sekadar pasar penjualan.

Merek China Ikut Membangun Pabrik, Bukan Sekadar Impor

Toyota bukan satu-satunya pabrikan yang melirik Vietnam. Chery melalui anak usahanya, Omoda & Jaecoo, tengah menyiapkan pabrik baru di Hung Yen dengan nilai investasi mencapai US$ 800 juta dalam skala penuh.

Produksi dijadwalkan mulai tahun ini. Kapasitas awalnya sekitar 30.000-60.000 mobil per tahun, lalu ditingkatkan bertahap hingga 200.000 unit pada 2030. Geely juga tak mau ketinggalan dengan menggandeng Tasco membangun fasilitas perakitan senilai US$ 168 juta dan kapasitas 75.000 kendaraan per tahun.

Pergeseran Strategi: Dari Impor ke Produksi Lokal

Gelombang investasi ini menandai perubahan penting industri otomotif Vietnam. Merek China yang sebelumnya mengandalkan mobil impor kini mulai membangun basis manufaktur lokal. Sementara pemain Jepang seperti Toyota justru memperbesar fasilitas yang sudah ada.

Persaingan tidak lagi terjadi di ruang pamer. Vietnam perlahan menjelma arena rebutan basis produksi, terutama saat kendaraan listrik dan hybrid mulai mendapat perhatian besar dari konsumen.

Tekanan untuk Perkuat Industri Komponen Lokal

Masuknya investasi ini menjadi peluang bagi Vietnam untuk memperkuat industri komponen dan meningkatkan kandungan lokal. Saat ini, salah satu hambatan terbesar industri otomotif Vietnam justru ketergantungan tinggi terhadap komponen impor.

Jika ekosistem komponen lokal tidak segera dibangun, efek investasi pabrik perakitan hanya akan menjadi perakitan belaka. Nilai tambah yang besar masih akan dinikmati pemasok dari luar negeri.

Dengan tambahan investasi Toyota dan agresivitas merek China, Vietnam kini berada di posisi yang jauh lebih strategis di peta manufaktur otomotif Asia Tenggara dibanding beberapa tahun lalu.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top