MERANGIN — Bantuan dari Baznas Provinsi Jambi senilai Rp 45 juta diserahkan langsung kepada warga, setara Rp 5 juta per rumah. Al Haris menyebut nominal itu bisa digabung dengan program bedah rumah senilai Rp 20 juta per unit.
Dinas Sosial Provinsi Jambi menambahkan bantuan berupa 13 paket sembako, 13 paket sandang, 45 lembar kasur, 45 lembar selimut, dan 13 paket family kit. Seluruh bantuan diterima Kepala Desa Tunggul Bulin.
Kebakaran melanda permukiman Desa Tunggul Bulin pada Selasa (13/10/2026). Api menghanguskan 9 rumah yang dihuni 11 kepala keluarga.
Al Haris menduga musim kemarau panjang memperbesar risiko kebakaran, ditambah dugaan faktor kelistrikan. "Inilah musibah, apalagi di musim kemarau panjang ini mudah sekali terbakar, ditambah lagi mungkin faktor listrik," katanya saat meninjau lokasi.
Pemerintah provinsi, menurut Al Haris, hadir untuk melihat langsung kondisi warga sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka mendapat perhatian.
Al Haris menegaskan komitmen pemerintah membantu pembangunan kembali rumah warga. Ia akan menanyakan lebih dulu kesiapan anggaran di tingkat kabupaten.
"Saya nanti akan tanya dengan Bupati Merangin, apakah bupati akan membantu bedah rumah atau bagaimana. Kalau misalnya bupati belum ada anggaran untuk bedah rumah, nanti kami akan bantu bedah rumah dari provinsi," ujarnya.
Skema yang disiapkan: Rp 20 juta dari program bedah rumah, ditambah Rp 5 juta per rumah dari Baznas, serta bantuan masyarakat lainnya. "Insya Allah lebih cantik besok rumahnya dibangun tegak kembali untuk keluarga semua," jelas Al Haris.
Di hadapan warga, Al Haris menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Ia meminta warga bersabar menghadapi musibah.
"Tapi kita kembalikan semua datang dari Allah, dan semua milik Allah, diri kita juga milik Allah. Karena itu kita harus sabar menghadapi ujian Allah ini," katanya.
Penanganan pascakebakaran di Desa Tunggul Bulin kini bergantung pada koordinasi Pemprov Jambi dan Pemkab Merangin, terutama soal realisasi bedah rumah bagi 11 keluarga yang kehilangan tempat tinggal.