JAMBI — Kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang masih berlangsung dan kini terpantau 70 titik api yang membakar lereng di tiga wilayah sekaligus, yakni Pasuruan, Mojokerto, hingga Kota Batu. Tim gabungan dari Polhut, Tahura Raden Soerjo, Manggala Agni, BPBD, TNI-Polri, dan relawan diterjunkan memadamkan api lewat jalur darat. Data titik api disebut masih fluktuatif dan bisa berubah mengikuti kondisi lapangan.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, menyebut jumlah titik api sempat menyentuh angka lebih dari 100 sebelum turun menjadi 70 pada pantauan pagi. Angka itu belum final karena pemantauan terus diperbarui dari lapangan.
"Titik (api) kemarin itu lebih dari 100. Sekarang update pagi ini sebenarnya di angka 70, cuma itu (data) masih sangat fluktuatif. (Data) titik api masih bisa berubah tergantung kondisi lapangan," kata Tyas, sapaan akrabnya, Selasa (20/10).
Wilayah yang Terdampak
Kebakaran pertama kali diketahui Kamis (15/10/2026) sore di wilayah Pasuruan. Api yang membesar cepat lantas merembet ke Kabupaten Malang, Mojokerto, hingga Kota Batu.
Luasan rambatan membuat penanganan tidak bisa dilakukan dari satu titik saja. Petugas turun dari beberapa arah berbeda untuk memutus jalur api.
Metode Pemadaman di Medan Terjal
Tyas menyatakan tim gabungan sudah naik dari sejumlah titik bersama masyarakat dan relawan. Pemadaman dilakukan dengan cara manual, mulai dari gepyok hingga pembuatan sekat bakar.
Sekat bakar dipakai untuk menahan api yang sulit dijangkau personel di medan curam. Metode ini jadi pilihan karena jangkauan tim terbatas pada area yang masih bisa diakses kaki.
"Ini teman-teman sudah naik dari beberapa titik, sama masyarakat dan relawan untuk melakukan penanganan baik memadamkan dengan gepyok hingga membuat sekat bakar untuk mencegah api yang sulit dijangkau meluas," ujarnya.
Personel Dibatasi demi Keselamatan
Minat relawan untuk turun langsung terbilang tinggi. Dari satu titik pemberangkatan saja bisa ada 30 orang, sementara titik lain mengirim hingga 50 personel.
Meski begitu, tidak semua yang mendaftar diizinkan naik. Tyas menyebut ada aturan ketat dan syarat kemampuan teknis yang harus dipenuhi setiap personel.
"Banyak personel yang ikut, ada yang 30 orang berangkat dari satu titik, ada yang 50 personel dari titik lain. Kalau terkait tenaga personel sebenarnya banyak dan semangatnya memang ada, cuman skill atau kemampuan perlu diperhatikan karena khawatir seperti kejadian di Bromo," sambung Tyas.
Dampak bagi Pendaki dan Wisatawan
Kawasan Arjuno-Welirang merupakan jalur pendakian populer yang biasa diakses dari Pasuruan, Malang, dan Batu. Kebakaran yang masih berlangsung membuat aktivitas di lereng gunung berisiko, terutama pada jalur yang berdekatan dengan titik api.
Traveler yang punya rencana mendaki atau berkemah di sekitar Tahura Raden Soerjo sebaiknya menunda keberangkatan. Informasi terkini soal status jalur dapat dikonfirmasi ke pengelola Tahura Raden Soerjo atau dinas pariwisata setempat.
Bagi warga yang tinggal di kaki gunung, asap dan bara perlu diwaspadai, terutama saat angin membawa kabut ke permukiman. Pantau arahan BPBD setempat sebelum beraktivitas di luar ruang.
Penanganan kebakaran di Arjuno-Welirang bergantung pada kondisi cuaca dan akses medan. Pemantauan titik api akan terus diperbarui hingga api benar-benar padam.