Pencarian

Realiza Antichamas Diuji di Sumsel, Gel Brasil untuk Padamkan Karhutla

Kamis, 22 Oktober 2026 • 20:50:01 WIB
Realiza Antichamas Diuji di Sumsel, Gel Brasil untuk Padamkan Karhutla
Demonstrasi penanganan karhutla dengan bahan gel Realiza Antichamas digelar di Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, 9 Oktober 2026.

JAMBI — Pemerintah menguji Realiza Antichamas, bahan gel asal Brasil, untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di lahan gambut. Material berbentuk serbuk ini diperkenalkan dalam demonstrasi penanganan karhutla di Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada 9 Oktober 2026. Klaim efektivitas hingga 10 kali lipat air biasa masih menunggu pembuktian lapangan.

Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo, Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam, menyampaikan hal itu dalam diskusi "Sinergi Kebijakan dan Aksi Cepat Tanggap Bencana Karhutla" di Amanaia Satrio, Jakarta Selatan, Rabu (21/10). Menurut dia, material tersebut masuk daftar alternatif teknologi yang berpotensi membantu proses pemadaman.

Bagaimana Realiza Antichamas Bekerja

Bahan ini tidak dipakai langsung dari kemasan. Realiza Antichamas berbentuk serbuk yang harus dilarutkan ke air terlebih dahulu, lalu berubah menjadi gel sebelum disemprotkan ke area kebakaran.

Gel hasil campuran itu disebut mampu menghambat penyebaran api dan menjaga kelembapan tanah. Material juga dapat dimasukkan ke tangki pemadam atau tandon air, termasuk untuk mendukung operasi water bombing.

Pihak penyedia mengklaim campuran air dan Realiza Antichamas membuat pemadaman sampai 10 kali lebih efektif dibanding air biasa. Material tersebut juga disebut terurai sendiri dalam sekitar 72 jam.

Mengapa Lahan Gambut Jadi Sasaran Uji

Kebakaran di ekosistem gambut tidak selalu berakhir saat api permukaan padam. Bara bisa bertahan di lapisan tanah organik dan menyala lagi ketika kondisi mendukung.

Gel yang mempertahankan kelembapan berpotensi membantu proses pemadaman. Namun kemampuan menjangkau bara jauh di bawah permukaan tanah tetap perlu dinilai lewat pengujian lapangan, bukan hanya dari bentuk material setelah dicampur air.

Klaim Ramah Lingkungan dan Rencana Pabrik

Kresno menyebut material itu tidak merusak lingkungan dan bahkan berpeluang membuat lahan subur kembali. "Jadi dia jadi subur kembali. Itu salah satu contoh," ujarnya.

Pemerintah ingin mendorong pengembangan teknologi tersebut lebih jauh, termasuk kemungkinan membangun fasilitas produksi di Indonesia. "Tapi kita akan mendorong dari Pak Menko, kita akan buka pabrik di sini," kata Kresno.

Rencana itu dinilai berpotensi membuka lapangan pekerjaan sekaligus membawa kerja sama teknologi dari Brasil. Kresno menegaskan pemanfaatannya tidak semata dilihat sebagai peluang bisnis, tetapi bagian dari strategi penanganan karhutla.

"Ini membuka lapangan pekerjaan, kan begitu dari sisi ekonominya. Kemudian ada suatu langkah strategis kita, dari Brasil ke kita. Jadi tidak hanya mikirin bisnisnya doang, tapi kita mengarah kepada itu," ujarnya.

Bukti Masih Terbatas

Realiza Antichamas baru berstatus alat pendukung pemadaman. Belum ada bukti cukup untuk menyimpulkan bahwa penggunaannya menyelesaikan persoalan karhutla atau menjamin tanah kembali subur.

Hasil pengujian lanjutan akan menentukan sejauh mana material asal Brasil ini layak diterapkan lebih luas di Indonesia, termasuk di wilayah gambut lain yang rawan terbakar setiap musim kemarau.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks