SAROLANGUN — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Desa Seko Besar, Kecamatan Pauh, memasuki fase krusial pengerjaan fisik. Komandan Korem (Danrem) 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pengerjaan untuk menjamin seluruh target infrastruktur selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis yang direncanakan.
Akses Jalan dan Sumur Bor Jadi Prioritas di Seko Besar
Dalam peninjauan tersebut, Brigjen TNI Nyamin yang didampingi Kasi Ops Korem 042/Gapu Kolonel Inf Wahyu melihat satu per satu titik pengerjaan. Sasaran utama dalam program kali ini meliputi pembukaan serta peningkatan jalan desa yang selama ini menjadi kendala mobilitas warga. Selain akses transportasi, penyediaan sumber air bersih melalui pembuatan sumur bor menjadi fokus utama untuk menjawab keluhan warga terkait sanitasi.
Pekerjaan fisik lainnya yang sedang berjalan mencakup rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) bagi warga kurang mampu. Fasilitas publik seperti gedung sekolah dasar dan masjid desa juga mendapatkan perbaikan menyeluruh agar dapat digunakan kembali dengan lebih layak oleh masyarakat setempat.
Warga Desa Seko Besar mengakui perubahan signifikan mulai terasa meski pengerjaan masih berlangsung. Salah satu warga mengungkapkan bahwa ketersediaan air bersih dan akses jalan merupakan dua hal yang paling dinantikan. "Dulu kami kesulitan air dan akses jalan. Sekarang sudah mulai terbantu," ujarnya di lokasi pembangunan.
Danrem 042/Gapu: Hasil Pembangunan Harus Berdampak Jangka Panjang
Brigjen TNI Nyamin menegaskan bahwa kecepatan pengerjaan tidak boleh mengabaikan kualitas material dan konstruksi. Menurutnya, TMMD bukan sekadar seremonial pembangunan, melainkan investasi infrastruktur yang harus bisa digunakan masyarakat dalam waktu yang lama.
“Program TMMD ini tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga upaya membuka akses wilayah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa,” ujar Brigjen TNI Nyamin di sela peninjauan baru-baru ini.
Ia menambahkan, pengawasan ketat dilakukan agar setiap rupiah anggaran yang dialokasikan benar-benar terwujud dalam bangunan yang kokoh. "Kami ingin hasil pembangunan ini benar-benar bermanfaat, tidak hanya saat ini, tetapi juga untuk ke depan," katanya lagi.
Sinergi Prajurit dan Warga Percepat Pengerjaan Sasaran Fisik
Komandan Kodim 0420/Sarko Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto selaku Dansatgas TMMD menjelaskan bahwa progres positif di lapangan tercapai berkat pola gotong royong. Prajurit TNI tidak bekerja sendirian, melainkan bahu-membahu dengan penduduk lokal setiap harinya.
“TMMD dilaksanakan secara gotong royong antara prajurit dan masyarakat. Hal ini mempercepat pekerjaan dan meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan,” ujar Yakhya.
Pihak Satgas TMMD melakukan evaluasi berkala terhadap setiap titik proyek untuk memastikan tidak ada pengerjaan yang meleset dari jadwal. Pendekatan terpadu ini diharapkan mampu mendorong percepatan ekonomi di Desa Seko Besar melalui infrastruktur yang lebih mumpuni pasca program berakhir.