MERANGIN — Ratusan calon jamaah haji asal Kabupaten Merangin akhirnya diberangkatkan setelah menunggu bertahun-tahun. Prosesi pelepasan berlangsung di Masjid Baitul Makmur pada Senin subuh, 11 Mei 2026, di tengah guyuran hujan yang tidak menyurutkan semangat para jamaah dan ribuan keluarga yang mengantar.
Bupati Merangin M. Syukur hadir langsung melepas keberangkatan, didampingi Wakil Bupati A. Khafidh serta jajaran Forkopimda dan kepala OPD. Total jamaah yang berangkat tahun ini mencapai 388 orang, terbagi dalam dua kelompok terbang.
Dua Kloter dan Dominasi Jamaah Perempuan
Dari data yang disampaikan Pemkab Merangin, sebanyak 279 jamaah masuk dalam Kloter 19 dan 109 jamaah lainnya tergabung dalam Kloter 23. Komposisi jamaah didominasi perempuan dengan jumlah 219 orang, sementara jamaah laki-laki sebanyak 169 orang.
Ibu Tumirah, jamaah tertua berusia 85 tahun, menjadi perhatian khusus. Kehadirannya di usia senja dinilai menjadi inspirasi bagi jamaah lain soal keteguhan fisik dan niat menjalankan rukun Islam kelima.
Bupati: Ini Bukan Soal Uang, tapi Panggilan
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur mengingatkan bahwa keberangkatan haji bukan sekadar kemampuan finansial. Ia menyoroti perjuangan panjang para jamaah yang telah menanti hingga belasan tahun.
“Bapak/Ibu, ada yang sudah berpuluh-puluh tahun, bahkan di atas 10 hingga 15 tahun menanti. Ada yang menabung dari hasil celengan, dari bulanan, bahkan harian. Tidak semua orang mendapat kesempatan seperti ini,” ucap Bupati di hadapan para jamaah yang tampak terharu.
Ia menambahkan, banyak orang memiliki uang melimpah namun belum mendapat panggilan berangkat. Sebaliknya, ada warga pas-pasan yang mengumpulkan tabungan dari gaji atau hasil pertanian hingga akhirnya bisa berangkat tahun ini.
Doa untuk Haji Mabrur
Pemerintah Kabupaten Merangin mendoakan seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kekuatan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Harapan utama, mereka semua pulang ke tanah air menyandang predikat haji mabrur.