JAKARTA — Kolaborasi antara olahraga, budaya, dan pelestarian lingkungan mewarnai rangkaian Adeging Mangkunegaran 269 tahun ini. Permata Bank menggandeng penyelenggara Mangkunegaran Run 2026 untuk mengintegrasikan kampanye Move for Elephants, sebuah inisiatif yang secara langsung menyasar pemulihan habitat gajah Sumatera di ekosistem Bukit Tigapuluh, Provinsi Jambi.
Bagaimana Cara Kerja Kampanye Ini?
Setiap pelari yang berhasil menyelesaikan lintasan pada kategori 5K, 10K, dan Half Marathon secara otomatis berkontribusi dalam perhitungan karbon terhindarkan. Berdasarkan kalkulasi yang dilakukan Katadata Green bersama Jejakin, total estimasi emisi karbon yang berhasil dihindari dari partisipasi 7.700 pelari mencapai 6.704 CO?e.
Angka tersebut kemudian dikonversi menjadi pohon. Sebanyak 5.000 tunas pohon secara simbolis telah diserahkan oleh Permata Bank dan Pura Mangkunegaran kepada WWF-Indonesia pada puncak acara di garis finish. Pohon-pohon ini akan ditanam di titik-titik gundul di kawasan Bukit Tigapuluh.
Dampak Langsung untuk Suku Talang Mamak dan Gajah Sumatera
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menegaskan bahwa pendekatan ini memperluas makna lari bukan sekadar olahraga. “Kami berharap bahwa pendekatan ini dapat memperluas makna Mangkunegaran Run 2026 sebagai pengalaman budaya dan olahraga, sekaligus kontribusi kolektif dalam menciptakan lingkungan berkelanjutan untuk ekosistem Bukit Tigapuluh yang merupakan rumah bersama bagi gajah Sumatra, dan masyarakat setempat khususnya Suku Talang Mamak,” ucapnya.
Ekosistem Bukit Tigapuluh memang menjadi salah satu benteng terakhir bagi populasi gajah Sumatera yang terancam punah. Kawasan ini juga merupakan wilayah jelajah adat Suku Talang Mamak yang hidup bergantung pada hutan.
Dukungan Penuh dari Pura Mangkunegaran dan WWF
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenagoro X menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, semangat Adeging Mangkunegaran adalah rasa syukur terhadap kebudayaan yang terus relevan. “Kami tentu sangat mengapresiasi setiap langkah kebaikan seperti inisiatif Move for Elephants ini sebagai bentuk rasa syukur yang makin berlimpah, apalagi bisa memberikan dampak bagi penyelamatan habitat gajah Sumatra,” ujarnya.
CEO WWF-Indonesia, Aditya Bayunand, menekankan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Ia berharap langkah Permata Bank ini bisa menjadi awal dari semakin luasnya kolaborasi untuk menjaga wilayah jelajah gajah Sumatera di Bukit Tigapuluh.
Suasana Meriah dengan Sentuhan Budaya
Selama tiga hari perayaan, panitia menghadirkan berbagai aktivitas interaktif. Di area Race Pack Collection, panitia menyediakan photobooth bertema gajah dan layanan heat press gratis pada jersey. Para pelari juga dihibur oleh penari bertopeng gajah yang bergoyang diiringi musik angklung dan perkusi di titik-titik cheering sepanjang rute lari.
Program Move for Elephants sendiri merupakan bagian dari program Corporate Social & Environmental Responsibility (CSER) Permata Bank yang telah berjalan sejak 2024 melalui kolaborasi dengan WWF-Indonesia. Fokus utamanya adalah menghijaukan bumi sekaligus menyelamatkan spesies endemik yang terancam punah.