Pencarian

Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Pertarungan Identitas dan Perburuan Talenta Keturunan

Senin, 29 Juni 2026 • 18:58:01 WIB
Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Pertarungan Identitas dan Perburuan Talenta Keturunan
Pertandingan Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026 menampilkan duel keturunan dan identitas pemain.

JAMBI — Dari sisi statistik, pertandingan ini menjanjikan pertarungan sengit. Belanda lolos sebagai juara Grup F dengan torehan tujuh poin dan 10 gol—menyamai catatan grup terproduktif mereka sepanjang sejarah Piala Dunia. Maroko juga tak terkalahkan, finis di bawah Brasil hanya karena selisih gol setelah mengumpulkan tujuh poin dari grup yang berisi Skotlandia dan Haiti.

Dari Boussatta ke Ziyech: Titik Balik Sejarah

Namun, tensi laga ini terbangun dari narasi yang jauh lebih dalam. Selama puluhan tahun, pemain kelahiran Belanda berdarah Maroko otomatis memilih Oranje. Asumsi itu runtuh perlahan.

Kisahnya dimulai dari Dries Boussatta. Lahir di Amsterdam, ia menjadi pemain pertama keturunan Maroko yang membela Belanda saat debut melawan Jerman pada November 1998. Saat itu, Maroko bahkan tidak pernah mendekatinya. Boussatta kemudian membela Maroko setelah hanya tiga caps untuk Belanda—langkah yang saat itu masih dimungkinkan aturan FIFA karena penampilannya hanya di laga uji coba.

Puncak pergeseran terjadi ketika Hakim Ziyech memilih Maroko pada 2015. Lahir di Dronten dan dibesarkan di sistem sepak bola Belanda, ia sempat dipanggil tim senior Oranje namun cedera menghalangi debutnya. Saat struktur kepelatihan Belanda berubah pasca-kepergian Guus Hiddink, Ziyech merasa diabaikan. Sebaliknya, Federasi Maroko terus menjalin komunikasi, memaparkan visi jangka panjang, dan menjadikannya wajah tim nasional.

Alasan Ziyech saat itu sederhana: "Saya selalu merasa sebagai orang Maroko."

19 dari 26 Pemain Maroko Lahir di Luar Negeri

Keputusan Ziyech bukan anomali. Ini buah dari investasi sistematis Federasi Maroko yang dimulai lebih dari satu dekade lalu. Pramuka dikirim ke Prancis, Belgia, Spanyol, dan Belanda—bukan sekadar memantau bakat, tapi membangun hubungan dengan keluarga pemain sejak usia muda.

Hasilnya mencengangkan. 19 dari 26 pemain Maroko di skuad Piala Dunia 2026 lahir di luar negeri. Saat imbang melawan Brasil di fase grup, Maroko menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang menurunkan starting XI seluruhnya lahir di luar negeri. Angka ini naik drastis dari 14 pemain asing di skuad mereka saat menjadi semifinalis 2022.

Sementara itu, dari sisi Belanda, hampir satu dari empat pemain di Piala Dunia 2026 lahir di luar negara yang mereka bela. Delapan dari 48 skuad turnamen memiliki jumlah pemain kelahiran luar negeri setidaknya sama dengan pemain lokal—menggambarkan bagaimana sepak bola internasional modern mencerminkan pola migrasi global.

Pertarungan di Lapangan, Pertarungan Harga Diri

Bagi pemain seperti bek Belanda kelahiran Rotterdam yang berayah Maroko, laga ini bukan sekadar soal tiga poin. Ini soal identitas yang harus dipilih di persimpangan jalan. Dulu pilihan itu hanya satu arah. Kini, Maroko menawarkan pelukan yang sama hangatnya—dengan hasil yang bisa dilihat di papan skor Monterrey nanti.

Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks