JAKARTA — IHSG memulai perdagangan awal Juli dengan tekanan. Indeks dibuka di zona merah, sementara Indeks LQ45 juga turun 0,62 poin ke level 552,49. Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyebut volatilitas masih akan membayangi karena investor mencermati tiga faktor utama: arah suku bunga global, potensi penurunan klasifikasi pasar oleh MSCI, serta kemampuan data domestik menunjukkan ketahanan ekonomi.
Data Inflasi dan Neraca Dagang Jadi Penentu Arah IHSG
Dari dalam negeri, sentimen hari ini akan sangat dipengaruhi oleh serangkaian data ekonomi penting. Inflasi Juni 2026 diperkirakan konsensus naik ke sekitar 3,2 persen year on year (yoy) akibat kenaikan harga pangan dan BBM non-subsidi. Sementara itu, surplus neraca perdagangan diproyeksikan kembali melebar ke sekitar 4 miliar dolar AS.
“Apabila data inflasi dan neraca perdagangan lebih baik dari ekspektasi, serta sentimen global tetap kondusif, peluang penguatan IHSG pada awal semester II-2026 tetap terbuka,” tulis Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya, Rabu.
Program B50 Mulai 1 Juli Jadi Katalis Sektor Energi
Implementasi bertahap program B50 yang resmi berlaku mulai 1 Juli 2026 menjadi sentimen positif bagi sektor energi dan harga Crude Palm Oil (CPO). Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong permintaan domestik dan menopang harga komoditas sawit di tengah tekanan global.
Dolar AS Menguat, The Fed Sinyalkan Suku Bunga Tinggi Lebih Lama
Dari mancanegara, indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 101,26 setelah data JOLTS menunjukkan lowongan kerja mencapai 7,594 juta. Angka tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama. Pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi akan menjadi katalis utama arus modal global, terutama setelah pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam forum ECB di Sintra, Portugal.
Bursa Global Kompak Menguat, Asia Mixed
Bursa Eropa dan Wall Street kompak menguat pada perdagangan Selasa (30/6). Euro Stoxx 50 naik 1,51 persen, DAX Jerman menguat 1,50 persen, sementara Dow Jones naik 0,26 persen dan Nasdaq melesat 1,68 persen. Di Asia pagi ini, Nikkei menguat 0,69 persen ke 70.548, namun Hang Seng justru melemah 1,39 persen ke 22.757.
Fokus investor global hari ini juga tertuju pada rilis data China Caixin Manufacturing PMI dan ISM Manufacturing PMI AS, yang akan memberikan gambaran lebih jelas tentang kesehatan sektor manufaktur dunia.