JAMBI — Keputusan FIFA mengejutkan banyak pihak. Badan sepak bola dunia itu mengumumkan pada Minggu (18/6) bahwa larangan satu pertandingan untuk Balogun ditangguhkan, membuatnya tersedia untuk laga hidup-mati AS melawan Belgia di Seattle. Sumber The Guardian menyebut Trump melakukan tiga panggilan telepon ke FIFA sejak Rabu pekan lalu untuk memastikan perubahan ini terjadi.
Artikel 27 Jadi Dasar Pembatalan Sanksi
FIFA merujuk pada Pasal 27 kode disiplin mereka yang mengizinkan penangguhan kartu merah, selama pelanggaran tidak terkait pengaturan skor. Balogun tetap dalam masa percobaan satu tahun. Jika dalam periode itu ia melakukan pelanggaran serupa, larangan satu laga akan langsung diberlakukan.
Preseden serupa pernah terjadi pada Cristiano Ronaldo. FIFA menggunakan pasal yang sama untuk membersihkan namanya setelah kartu merah melawan Republik Irlandia, sehingga ia bisa starter di laga pembuka Piala Dunia Portugal.
Belgia Keheranan, AS Lega
Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) menyatakan diri "terkejut" dengan keputusan ini. Mereka menunjuk pada statuta FIFA yang menyebut kartu merah otomatis membawa larangan satu laga. RBFA mengaku sedang "menyelidiki semua opsi potensial" sebagai respons.
Di kubu AS, suasananya berbeda. Bek Chris Richards mengungkapkan kabar ini sampai ke pemain saat di bus menuju latihan. "Beberapa orang main Clash Royale, ada yang dengar musik. Lalu tiba-tiba laporan berdatangan. Keluarga saya kirim delapan tweet. Kami tidak yakin itu benar atau tidak," ujarnya.
Sekitar 10 menit berselang, konfirmasi resmi dari ofisial US Soccer masuk saat mereka turun bus. Richards menambahkan bahwa persiapan tim sempat berubah karena sebelumnya mereka sudah siap bermain tanpa Balogun.
Kartu Merah Kontroversial yang Mengubah Rencana
Balogun diusir wasit pada laga babak 32 besar melawan Bosnia dan Herzegovina, Rabu lalu. Insiden bermula dari benturan yang tampak tidak sengaja dengan bek Tarik Muharemovic. Wasit awalnya tidak memberikan pelanggaran, tapi VAR merekomendasikan tinjauan setelah melihat kaki Balogun menginjak pergelangan kaki lawan. Hasilnya: kartu merah langsung untuk serious foul play.
Keputusan itu mengejutkan komentator, pemain, dan staf pelatih AS yang menilai gerakan Balogun tidak disengaja. "Rasanya memang benar begini," kata Christian Pulisic soal pencabutan sanksi. "Balo menghadapinya dengan sangat baik, tim juga. Kami tidak mengeluh atau membesar-besarkan. Hal baik terjadi pada orang seperti itu."
Balogun sendiri menyebut pengalaman itu "sureal". Ia mengaku berusaha tidak bereaksi dengan emosi. "Masih banyak orang yang kami inspirasi — anak kecil, laki-laki dan perempuan," ujarnya Jumat lalu. Kini ia akan kembali memimpin lini depan AS yang berusaha lolos ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2002.