JAMBI — Kemenangan 2-0 atas Bosnia-Herzegovina mengantarkan Amerika Serikat ke fase gugur sebagai juara Grup D. Namun, euforia itu langsung dihadapkan pada realitas pahit: Belgia, lawan yang selalu menyulitkan mereka dalam satu dekade terakhir. Tim arahan Mauricio Pochettino mengusung misi besar mengakhiri penantian panjang sejak 2002 untuk kembali menembus perempat final.
Belgia Pamer Rekor Sempurna di Enam Pertemuan Terakhir
Catatan head-to-head menjadi alarm keras bagi tuan rumah. Belgia tidak pernah kalah dalam enam laga terakhir melawan Amerika Serikat. Yang paling anyar, kekalahan telak 5-2 pada laga persahabatan Maret 2026 lalu, masih segar dalam ingatan.
Pelatih Belgia, Rudi Garcia, datang dengan kepercayaan diri tinggi. Pasukannya baru saja menunjukkan mental baja saat membalikkan kedudukan melawan Senegal di fase grup. Tertinggal dua gol, Setan Merah bangkit lewat gol Romelu Lukaku dan dua gol Youri Tielemans—satu di antaranya penalti penentu kemenangan pada menit ke-120.
Folarin Balogun Jadi Tumpuan di Lini Depan The Yanks
Sorotan jelang laga tertuju pada Folarin Balogun. Penyerang andalan Amerika Serikat ini diharapkan menjadi pembeda di lini depan. Performa apiknya selama turnamen menjadi senjata utama Pochettino untuk membongkar pertahanan Belgia yang kerap dianggap rapuh di momen krusial.
Dukungan penuh 70.000 lebih suporter di Lumen Field menjadi modal psikologis tambahan. Namun, tekanan justru berada di pundak tuan rumah—kegagalan lagi-lagi di fase gugur bisa memicu kritik besar terhadap proyek sepak bola Amerika Serikat yang terus digenjot.
Jadwal dan Tekanan di Pundak Tuan Rumah
Pertandingan Amerika Serikat vs Belgia akan digelar pada Selasa (7/7/2026) WIB. Bagi Amerika Serikat, ini adalah ujian sesungguhnya sejauh mana perkembangan sepak bola mereka di bawah arahan pelatih sekelas Pochettino. Sementara itu, Belgia datang sebagai tim yang haus membuktikan diri setelah kegagalan di edisi sebelumnya.
Jika The Yanks mampu memutus rantai kekalahan, itu akan menjadi pernyataan serius bahwa mereka siap bersaing di panggung terbesar. Jika tidak, rekor buruk akan terus membayangi dan mimpi perempat final kembali tertunda.