JAMBI — Dua varian Honda Brio 2026, Satya S CVT dan E CVT, menawarkan pilihan yang kontras di kelas city car LCGC dengan rentang harga yang cukup lebar. Selisih Rp28 juta membuat calon pembeli di Jambi perlu jeli melihat perbedaan fitur yang ditawarkan, terutama di sektor eksterior yang langsung membedakan tampilan kedua mobil.
Lampu Utama: Halogen vs DRL LED Modern
Perbedaan paling mencolok ada pada sistem pencahayaan. Brio Satya S CVT masih mengandalkan lampu utama halogen biasa dengan lampu senja LED standar di bagian bawah. Sementara itu, tipe E CVT tampil lebih modern berkat kehadiran Daytime Running Light (DRL) LED berbentuk garis menyerupai alis di sisi atas lampu utama.
Kedua varian sama-sama mengusung grille utama bermotif honeycomb hitam doff berhias list krom, serta desain bumper dinamis tanpa lampu kabut (fog lamp). Dari sisi wajah, tipe E CVT langsung memberikan kesan lebih agresif dan kekinian saat lampu menyala.
Velg: Steel Wheel vs Alloy Two-Tone
Bagian samping menjadi penanda kasta berikutnya. Brio Satya S CVT masih memakai velg kaleng (steel wheel) standar berwarna perak satu nada (one-tone silver) berukuran 14 inci, dibalut ban 175/65. Sebaliknya, tipe E CVT tampil lebih modis dengan velg alloy bermotif two-tone polish pada diameter yang sama.
Pemilihan velg ini tidak hanya soal estetika, tetapi juga berdampak pada bobot dan respons kemudi. Velg alloy yang lebih ringan pada tipe E CVT berpotensi memberikan sedikit keunggulan dalam akselerasi dan efisiensi bahan bakar, meski perbedaannya tidak terlalu signifikan untuk penggunaan harian di perkotaan Jambi.
Harga: Rp28 Juta untuk Fitur Tambahan
Selisih harga Rp28 juta antara kedua varian ini setara dengan biaya penggantian velg aftermarket berkualitas plus pemasangan DRL LED di bengkel spesialis. Bagi konsumen yang menginginkan tampilan langsung siap pakai tanpa modifikasi tambahan, tipe E CVT menjadi pilihan praktis.
Namun, bagi pembeli yang lebih mementingkan efisiensi biaya awal dan tidak keberatan melakukan ubahan sendiri, tipe S CVT menawarkan nilai lebih. Keputusan akhir bergantung pada prioritas masing-masing: gaya bawaan pabrik atau fleksibilitas anggaran untuk kustomisasi. Kedua varian tetap menjadi andalan Honda di segmen LCGC yang terus bersaing ketat di pasar otomotif Indonesia.