Pencarian

Lomba Seloko Adat dan Pidato Bahasa Melayu Digelar di Kota Jambi, 65 Pelajar SMP Unjuk Kebolehan

Kamis, 09 Juli 2026 • 14:01:31 WIB
Lomba Seloko Adat dan Pidato Bahasa Melayu Digelar di Kota Jambi, 65 Pelajar SMP Unjuk Kebolehan
Pelajar SMP di Kota Jambi unjuk kebolehan dalam lomba Seloko Adat dan Pidato Bahasa Melayu.

KOTA JAMBI — Lomba Seloko Adat tingkat Kota Jambi resmi bergulir di Balai Adat LAM, Selasa (8/7/2026). Ajang dua hari ini diikuti peserta dari seluruh kecamatan di Kota Jambi, mulai dari lomba Seloko Adat hingga Pidato Berbahaso Melayu Jambi untuk kalangan SMP.

Mengapa Lomba Ini Penting bagi Pelajar SMP?

Kegiatan ini menjadi langkah strategis LAM bersama Pemkot Jambi dalam melestarikan adat dan budaya Melayu di Tanah Pilih Pusako Batuah. Selain lomba Seloko Adat, panitia juga menyiapkan lomba Buka Lanse dan Ulur Antar Serah Terimo Adat.

Kepala Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kota Jambi, Feriadi, yang mewakili Wali Kota Jambi, mengatakan penguatan nilai adat di kalangan generasi muda sangat penting. "Adat melayu merupakan salah satu pilar kebudayaan nasional Indonesia yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun," ujarnya dalam sambutan.

Apa Saja yang Dilombakan?

Perlombaan tidak hanya menguji kemampuan berbahasa Melayu Jambi, tetapi juga tata cara adat dalam prosesi pernikahan dan acara resmi. Lomba Seloko Adat menguji peserta dalam menyampaikan pantun dan petatah-petitih adat, sementara lomba Pidato Berbahaso Melayu Jambi menyasar pelajar SMP sebagai generasi penerus.

Feriadi menjelaskan bahwa lembaga adat memiliki peran penting dalam pelestarian budaya, pengendalian sosial, hingga penyelesaian konflik di tengah masyarakat. "Peran adat melayu juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Jambi, termasuk dalam berbagai upacara adat, pernikahan, kelahiran, hingga kematian," katanya.

Nilai Tradisional yang Ditanamkan

Pemeliharaan adat Melayu membawa nilai-nilai tradisional seperti harmoni, gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur. Feriadi menegaskan bahwa nilai-nilai ini membentuk identitas budaya yang kuat sekaligus membedakan budaya Melayu dari budaya lainnya.

"Adat melayu merupakan refleksi dari sejarah, nilai-nilai, dan tradisi yang memberikan pondasi budaya yang kokoh bagi masyarakat melayu," ucap Feriadi. Ia mendorong LAM Kota Jambi untuk terus menggelar kegiatan serupa secara berkesinambungan agar kebudayaan Kota Jambi tetap abadi di tengah kemajemukan masyarakat.

Target ke Depan: Pelestarian Berkelanjutan

Pemerintah Kota Jambi berharap kegiatan seperti ini mampu mempererat tali silaturahmi antarwarga dan membangkitkan kebanggaan terhadap budaya Melayu Jambi. "Atas nama Pemerintah Kota Jambi, saya ucapkan selamat dan sukses kepada jajaran LAM Kota Jambi serta para peserta lomba seloko adat," tutup Feriadi.

Dengan tema "Melestarikan Bahaso Melayu Jambi, Menjago Indentitas Bangsa, Mewujudkan Kota Jambi Bahagia Berbudayo Elok Negri Dek Nantuo Rame Negri Dek Nan Mudo", lomba ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang melibatkan lebih banyak sekolah dan kecamatan.

Bagikan
Sumber: jambitv.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks