JAMBI — Pergerakan harga pangan di Provinsi Jambi pada pertengahan Juli 2026 menunjukkan tren penurunan di sebagian besar komoditas. Dari 16 bahan pokok yang dipantau SP2KP Kemendag, hanya satu komoditas yang harganya naik, yakni daging ayam ras.
Daging ayam ras naik Rp181 atau 0,49 persen menjadi Rp37.045 per kilogram. Kenaikan ini tergolong tipis dan masih berada dalam fluktuasi wajar di tingkat pedagang pasar tradisional.
Cabai Merah Keriting Turun Paling Dalam
Di sisi lain, harga cabai merah keriting justru ambrol hingga Rp1.818 atau 4,72 persen dalam sehari. Kini komoditas ini dibanderol Rp36.667 per kilogram. Penurunan serupa juga terjadi pada cabai merah besar yang turun 2,88 persen menjadi Rp36.167 per kg.
Harga cabai rawit merah juga ikut melemah 1,75 persen ke posisi Rp51.852 per kg. Meski turun, cabai rawit merah masih menjadi salah satu komoditas termahal di daftar pantauan Kemendag.
Bawang dan Beras Ikut Terkoreksi
Bawang merah turun 1,19 persen menjadi Rp30.182 per kg, sementara bawang putih honan turun tipis 0,25 persen ke Rp36.909 per kg. Telur ayam ras juga melemah 0,16 persen menjadi Rp27.976 per kg.
Beras premium tercatat turun tipis 0,07 persen menjadi Rp15.014 per kg. Sementara beras medium tetap stabil di angka Rp13.383 per kg.
Harga Sembako Lainnya Stabil
Sejumlah komoditas pokok lainnya tidak bergerak alias tetap. Daging sapi paha belakang masih bertahan di Rp148.500 per kg. Minyak goreng sawit kemasan premium dan curah masing-masing di Rp21.303 dan Rp19.130 per liter. Minyakita juga stabil di Rp15.694 per liter.
Gula pasir curah tercatat Rp17.985 per kg, kedelai impor Rp12.508 per kg, dan tepung terigu Rp12.492 per kg. Tak satu pun dari komoditas ini yang berubah dibandingkan harga sehari sebelumnya.
Apa yang Mempengaruhi Pergerakan Harga?
Fluktuasi harga pangan di Jambi, khususnya pada cabai, dipengaruhi oleh faktor pasokan dari sentra produksi di Sumatera. Saat musim panen tiba, harga cabai cenderung turun drastis. Sebaliknya, kenaikan daging ayam ras biasanya dipicu oleh biaya pakan yang masih tinggi di tingkat peternak.
Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus memantau pergerakan harga setiap hari. Data SP2KP Kemendag menjadi acuan utama untuk mengantisipasi lonjakan harga yang bisa memberatkan daya beli masyarakat.