JAMBI — Kompetisi sastra adat yang digelar selama dua hari, 8-9 Juli 2026, di Aula Balai Adat LAM Kota Jambi itu menjadi panggung kebangkitan seni seloko di tingkat akar rumput. LAM Pelayangan sukses mengungguli sembilan kecamatan lain yang turut ambil bagian.
Dua Cabang Lomba, Dua Podium
Kemenangan mutlak LAM Pelayangan ditopang oleh performa konsisten di dua cabang perlombaan. Pada cabang Buka Lanse (Buka Tabir Beradat), tim dari kecamatan ini finis di posisi ketiga. Sementara di cabang Ulur Antar Serah Terimo Adat versi lengkap, mereka keluar sebagai yang terbaik.
Di cabang Buka Lanse, LAM Kecamatan Danau Teluk berhasil merebut juara pertama, disusul LAM Telanaipura di posisi kedua. Peringkat keempat hingga keenam masing-masing diraih oleh LAM Jambi Timur, LAM Kota Baru, dan LAM Alam Barajo.
Untuk cabang Ulur Antar Serah Terimo Adat, posisi runner-up ditempati LAM Kecamatan Jelutung, sementara LAM Alam Barajo harus puas di peringkat ketiga. Posisi keempat hingga keenam menjadi milik LAM Telanaipura, LAM Paal Merah, dan LAM Danau Teluk.
Reaksi Ketua LAM Pelayangan: Haru dan Bangga
Ketua LAM Kecamatan Pelayangan, Datuk Abdul Rahim, tidak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangganya. Ia menyebut pencapaian ini sebagai sejarah baru bagi lembaga yang dipimpinnya.
"Alhamdulillah, ini adalah sebuah pencapaian yang sangat luar biasa dan resmi menjadi sejarah baru bagi LAM Kecamatan Pelayangan. Saya pribadi selaku ketua merasa sangat haru sekaligus bahagia sekali atas dedikasi dan kerja keras seluruh tim," ujar Datuk Abdul Rahim dengan nada bergetar usai acara penutupan.
Harapan Ketua LAM Kota Jambi: Piala Jangan Hanya Jadi Pajangan
Ketua LAM Kota Jambi, Datuk Aswan Hidayat, dalam pidato penutupnya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta. Ia menilai antusiasme yang tinggi membuktikan seni seloko masih hidup di tengah masyarakat.
"Saya mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya kepada para pemenang, khususnya LAM Pelayangan. Kami berharap keberhasilan dan piala yang diraih hari ini tidak berhenti sebagai pajangan, melainkan pemantik semangat bagi generasi muda kita untuk terus berkarya, berjuang, dan konsisten melestarikan kebudayaan Melayu Jambi," tegas Datuk Aswan.