JAMBI — Sidang promosi doktor Febrian Chandra digelar pada Sabtu, 11 Juli 2026, di Fakultas Hukum UNJA. Dalam sidang tersebut, pria kelahiran Kungkai, 11 Februari 1995, itu sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul “Penataan Ruang Hutan Tanaman Industri dalam Prinsip Pembangunan Berkelanjutan.”
Disertasi yang Berbuah Publikasi Internasional
Disertasi Febrian menggunakan metode yuridis normatif dengan fokus pada keadilan ekologis. Gagasan utama dalam risetnya itu telah dimuat dalam artikel ilmiah berjudul “Reconstructing Industrial Forest Spatial Planning Policy for Ecological Mitigation and Global Environmental Justice” di Journal of Law and Legal Reform, Volume 7 Nomor 2 Tahun 2026.
Jurnal tersebut masuk dalam kategori Q1, level tertinggi dalam pemeringkatan jurnal internasional. Capaian ini disebut sebagai yang pertama di lingkungan Fakultas Hukum UNJA dan menjadi bukti bahwa riset hukum lingkungan dari daerah bisa bersaing di tingkat global.
Diuji oleh Pakar dari UNPAD
Sidang dipimpin oleh Ketua Penguji Prof. H. Johni Najwan, S.H., M.H., Ph.D., didampingi Sekretaris Penguji Prof. Dr. H. Syamsir, S.H., M.H., serta penguji anggota Prof. Dr. Elita Rahmi, S.H., M.Hum. Untuk menjaga objektivitas, Fakultas Hukum UNJA menghadirkan penguji eksternal tingkat nasional, Prof. Dr. Imamulhadi, S.H., M.H., dari Universitas Padjadjaran (UNPAD).
Disertasi tersebut disusun di bawah bimbingan Promotor Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H. dan Co-Promotor Dr. Hartati, S.H., M.H.
Jejak Karier dari Guru SD hingga Wakil Rektor
Febrian merupakan putra pasangan Nasaruddin, S.Pd., seorang guru Sekolah Dasar, dan Eryayani, seorang ibu rumah tangga. Ia menyelesaikan seluruh jenjang pendidikan tingginya secara linier di Universitas Jambi, mulai dari Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3) Ilmu Hukum.
Sebelum dipercaya sebagai Wakil Rektor I Universitas Merangin periode 2026-2031, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Hukum (2021-2022), Ketua Program Studi Hukum (2022-2025), serta Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Merangin (2025-2026). Bidang kepakarannya meliputi Hukum Lingkungan dan Hukum Administrasi, dengan fokus pada konstitusi hijau dan tata kelola sumber daya alam.
Inspirasi bagi Generasi Muda Jambi
Keberhasilan Febrian menempuh pendidikan doktor di usia 31 tahun, ditambah publikasi jurnal Q1, menjadi contoh bahwa keterbatasan ekonomi bukan halangan untuk meraih prestasi akademik tertinggi. Rektorat Universitas Merangin menyebut capaian ini sebagai penguatan sumber daya manusia di perguruan tinggi daerah.
Dengan semangat, kerja keras, dan ketekunan, mimpi besar dapat diwujudkan hingga mencapai tingkat pendidikan tertinggi dan memperoleh pengakuan di tingkat internasional.