MUARO JAMBI — Gubernur Jambi Al Haris memimpin langsung pemadaman kebakaran lahan di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (1/9/2026). Luas lahan yang terbakar mencapai 28 hektare dan membutuhkan kerja sama lintas instansi untuk menjinakkan api.
Al Haris tiba di lokasi didampingi Danrem 042/Garuda Putih, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah, serta jajaran Dinas Kehutanan dan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi. Kehadiran orang nomor satu di Jambi itu menegaskan status siaga darurat yang tengah dihadapi daerah.
Tak Cukup Dipadamkan, Lahan Gambut Butuh Pendinginan
Upaya pemadaman di lapangan memang berhasil mengendalikan kobaran api utama. Namun Al Haris mengingatkan bahwa titik api di lahan gambut bisa muncul kembali jika proses pendinginan tidak tuntas.
"Alhamdulillah api sudah padam, namun masih ada asap. Saat ini tim sedang melakukan pendinginan sehingga tidak ada lagi potensi-potensi api yang membesar," ujarnya di sela-sela peninjauan lokasi, Selasa (1/9/2026).
Akar Masalah: Pembakaran Lahan yang Masih Jadi Kebiasaan
Gubernur menilai penanganan karhutla tidak akan pernah selesai jika hanya mengandalkan petugas di lapangan. Kebiasaan membakar lahan untuk membuka kebun masih menjadi pemicu utama kebakaran yang terjadi hampir setiap musim kemarau di Jambi.
"Saya berharap masyarakat sadar apapun jenis hutan tidak ada yang boleh membakar, mari jaga hutan kita," kata Al Haris.
Alternatif PLTB: Solusi Bertani Tanpa Membakar
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Pemerintah Provinsi Jambi mendorong warga memanfaatkan program Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB). Skema ini disiapkan agar masyarakat tetap bisa membuka lahan perkebunan tanpa merusak lingkungan.
"Mulai kedepan apabila ada masyarakat yang ingin membuka lahan, kebun, silahkan ajukan. Pemerintah siap membantu lewat program PLTB," jelas Al Haris.
Dukungan Lintas Instansi dalam Penanganan Darurat
Proses pemadaman di Desa Puding melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api. Al Haris menyampaikan apresiasi khusus kepada seluruh elemen yang bekerja di lapangan hingga api dapat dikendalikan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan semua elemen yang terlibat," pungkasnya.
Pemantauan di lokasi akan terus dilakukan hingga tidak ada lagi asap yang berpotensi memicu kebakaran baru, mengingat cuaca panas masih melanda sebagian wilayah Muaro Jambi.