Pencarian

Review Rivian R2 Performance 2026: SUV Listrik Tangguh dengan Harga Rp 1 Miliar, Tapi Bukan untuk Semua Orang

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 16:43:01 WIB
Review Rivian R2 Performance 2026: SUV Listrik Tangguh dengan Harga Rp 1 Miliar, Tapi Bukan untuk Semua Orang
Rivian R2 Performance 2026 melintasi medan berbatu saat pengujian off-road di Jambi.

JAMBI — Rivian akhirnya meluncurkan anak kedua mereka, R2, setelah sukses dengan R1T dan R1S. Kami mendapat kesempatan menguji varian tertinggi, R2 Performance dengan paket Launch, selama beberapa hari di berbagai kondisi jalan—mulai dari aspal mulus, jalan berbatu, hingga tanjakan curam. Hasilnya: ini SUV listrik paling mumpuni di kelasnya untuk urusan off-road, tapi ada kompromi yang harus dibayar.

Dimensi dan Bodi: Lebih Kecil, Lebih Kaku dari R1

Berbeda dari R1 yang menggunakan body-on-frame, R2 memakai unibodi baja dengan sebagian besar komponen stamping. Baterainya menyatu sebagai lantai dan elemen struktural, membuat kekakuan chassis disebut Rivian melampaui R1—wajar, karena mobil lebih kecil secara alami lebih kaku.

Suspensi depan memakai struts sederhana dengan control arm baja, sementara belakang mengandalkan lima link per sisi. Rivian mengganti air springs di R1 dengan coil springs baja di R2 demi menekan biaya. Ground clearance 9,6 inci, hanya 0,1 inci di bawah Jeep Wrangler Sport—angka yang serius untuk ukuran SUV listrik.

Interior: Cerdas dan Fungsional, Tapi Ada Bekas Potongan Biaya

Kabin R2 meniru bahasa desain R1 yang lebih mahal. Material faux-leather di kursi terlihat meyakinkan, dan kami harus merogoh jauh ke area footwell untuk menemukan plastik murahan. Ada dua glovebox, dua wireless charger, satu outlet AC 120 volt, empat port USB, dan laci yang muat tisu bayi ukuran Kirkland—detail yang menunjukkan pemikiran matang soal kepraktisan.

Ruang baris kedua cukup lega untuk orang dewasa, dan pintu punya kantong besar yang bisa menampung kacamata hitam. Sayangnya, Rivian memangkas biaya di area yang tidak terlihat—beberapa panel bawah dashboard terasa kurang solid saat ditekan.

Performa dan Penggerak: Dua Motor Maximus dengan Penyederhanaan Elektrikal

Varian Performance memakai dua unit penggerak Maximus—permanent-magnet motor dengan beberapa penyederhanaan desain. Rivian memangkas 44 pon kabel dibanding R1 dengan mengintegrasikan semua konverter daya, charger 11-kW, dan zonal controller dalam satu unit di atas baterai. Hasilnya, 70 persen lebih sedikit kabel tegangan tinggi, dan akses servis bisa lewat bawah kursi belakang seperti pompa bensin di mobil konvensional.

Baterai 88-kWh berisi 768 sel silindris ukuran 46mm x 95mm—sekitar 6,5 kali lebih besar dari sel di R1. Ini filosofi "simplify, then add lightness" ala Colin Chapman, meski bobot total tetap 4.985 pon, lebih berat 547 pon dari Tesla Model Y Performance.

Kepraktisan: Boksy Menang Telak atas Model Y

Bagasi belakang R2 punya volume 29 kaki kubik, sama seperti Model Y di atas kertas. Tapi dalam pengujian kami, R2 memuat 10 koper kabin berbanding 7 milik Tesla. Tambahkan frunk, dan jumlahnya jadi 11. Bentuk kotak yang tegas jelas lebih efisien untuk barang berbentuk kotak dibanding garis fastback Model Y atau Cadillac Optiq.

Kelebihan dan Kekurangan

  • Kelebihan: Ground clearance 9,6 inci, setara Jeep Wrangler
  • Kelebihan: Kapasitas kargo superior untuk bentuk kotak
  • Kelebihan: Arsitektur elektrikal lebih sederhana, biaya servis lebih rendah
  • Kekurangan: Bobot 4.985 pon, lebih berat 547 pon dari Model Y Performance
  • Kekurangan: Harga USD 61.485 (sekitar Rp 984 juta) masih jauh dari "terjangkau"
  • Kekurangan: Hanya tersedia varian Performance saat peluncuran; versi USD 46.485 baru datang 2027

Verdict: SUV Listrik Off-Road Terbaik, Tapi Bukan untuk Massa

R2 Performance adalah kendaraan listrik paling mumpuni untuk medan berat di kelasnya. Kemampuan ground clearance dan kekakuan strukturnya mengesankan, dan kepraktisan kargo mengalahkan kompetitor langsung. Tapi dengan harga nyaris Rp 1 miliar untuk varian teratas, "massa" yang dimaksud Rivian masih terbatas pada pembeli dengan kantong tebal yang prioritasnya off-road, bukan sekadar commuter listrik.

Kalau kebutuhanmu cuma city driving dan sesekali liburan, Tesla Model Y tetap pilihan lebih rasional—lebih ringan, lebih murah, dan lebih efisien. Tapi kalau kamu butuh SUV listrik yang benar-benar bisa diajak ke medan berbatu tanpa khawatir, R2 adalah satu-satunya jawaban serius di pasaran saat ini. Tunggu varian standar tahun 2027 kalau budget jadi pertimbangan utama.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: caranddriver.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks