Pencarian

Waspada Spyware iPhone: Notifikasi Serangan dari Apple Melonjak Drastis, Pengguna di 110 Negara Terdampak

Selasa, 18 Agustus 2026 • 08:22:31 WIB
Waspada Spyware iPhone: Notifikasi Serangan dari Apple Melonjak Drastis, Pengguna di 110 Negara Terdampak
Pengguna iPhone di 110 negara menerima notifikasi peringatan serangan spyware dari Apple dalam jumlah yang meningkat drastis.

JAMBI — Gelombang peringatan yang dikirim Apple pekan lalu memicu kekhawatiran baru di kalangan pengguna iOS. Pasalnya, jumlah orang yang melaporkan menerima notifikasi ini disebut "belum pernah terjadi sebelumnya" (unprecedented) oleh para ahli yang selama ini memantau serangan spyware. Notifikasi tersebut memberi tahu pemilik perangkat bahwa mereka telah menjadi target serangan "mercenary spyware" — malware canggih yang biasanya digunakan oleh pemerintah atau aktor negara untuk memata-matai individu tertentu.

Lonjakan Laporan dan Dampaknya bagi Pengguna

Mohammed Al-Maskati, direktur tim investigasi Access Now yang menjadi rujukan Apple bagi korban spyware, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima lonjakan laporan tertinggi sejak Jumat (15/8). Jumlah tersebut sekitar 30 hingga 40 persen lebih banyak dibandingkan rata-rata laporan yang biasa mereka terima setelah Apple mengirim notifikasi serupa.

Perusahaan keamanan siber iVerify juga membenarkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah notifikasi ancaman dari Apple yang masuk ke sistem mereka. Fenomena ini tidak hanya terjadi di kalangan internal, tetapi juga terlihat dari banyaknya unggahan publik di media sosial selama akhir pekan.

Kesaksian dari Garis Depan Konflik

Salah satu penerima notifikasi adalah seorang tentara Angkatan Bersenjata Ukraina yang tengah bertugas dalam perang melawan Rusia. Tentara yang meminta identitasnya dirahasiakan ini mengaku awalnya mengira pesan tersebut adalah penipuan, sebelum akhirnya memverifikasi langsung ke Apple.

"Saya agak terkejut, sejujurnya. Saya tidak menyangka akan dianggap cukup penting untuk dijadikan target seperti ini. Tapi saya merasa tersanjung," ujar tentara tersebut kepada TechCrunch. Ia juga menyebutkan bahwa rekannya sesama tentara di Ukraina yang menerima notifikasi serupa merasa khawatir dengan situasi ini.

Mengapa Jumlah Target Meningkat?

John Scott-Railton, peneliti senior di Citizen Lab yang telah menyelidiki serangan spyware pemerintah selama lebih dari 15 tahun, menilai skala dan keragaman geografis laporan publik kali ini sangat luar biasa. "Untuk setiap notifikasi publik, bisa dibayangkan ada gunung es notifikasi besar yang tidak akan pernah diketahui publik. Ini indikasi jelas bahwa ada sesuatu yang lebih besar terjadi," katanya.

Peningkatan volume ini sebagian disebabkan oleh perubahan metode notifikasi Apple. Sejak awal tahun ini, perusahaan tidak hanya mengandalkan email, tetapi juga menampilkan peringatan langsung di layar kunci iPhone, di aplikasi Settings, dan saat pengguna masuk ke akun Apple mereka di web. "Metode notifikasi baru Apple telah membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya masalah ini, membuat pengguna lebih sulit untuk mengabaikannya," tambah Al-Maskati.

Langkah yang Perlu Diambil Pengguna

Apple sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas lonjakan laporan ini. Namun, bagi pengguna yang menerima notifikasi semacam ini, para ahli menyarankan untuk segera mengaktifkan Lockdown Mode. Fitur keamanan khusus ini dirancang untuk mempersulit peretasan iPhone, iPad, dan Mac. Apple mengklaim belum ada satu pun pengguna yang mengaktifkan fitur ini berhasil diretas.

Jika Anda bukan jurnalis, aktivis, atau pembela HAM yang biasanya menjadi target utama spyware bayaran, disarankan untuk menghubungi organisasi bantuan seperti Access Now untuk mendapatkan panduan investigasi lebih lanjut. Lonjakan ini menjadi pengingat bahwa ancaman siber tingkat tinggi kini tidak hanya mengincar pejabat tinggi, tetapi juga menyasar berbagai kalangan yang mungkin tidak menyadari nilai informasi yang mereka miliki.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks