JAMBI — Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi resmi menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk melaksanakan Shalat Istisqa. Langkah ini merupakan respons atas musim kemarau yang memicu kekeringan sekaligus kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.
Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 23 Tahun 2026 yang diteken langsung oleh Wali Kota Maulana itu menginstruksikan pelaksanaan salat minta hujan dilakukan secara berjamaah. Koordinasi diharapkan berjalan berjenjang dari perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, hingga tingkat RT.
Masjid dan Musala Bisa Gelar Mandiri
Pemkot Jambi memberi ruang bagi masjid dan musala untuk menggelar Shalat Istisqa secara mandiri. Waktu serta lokasi pelaksanaan bisa disesuaikan dengan kondisi tiap wilayah, asalkan tetap mengikuti ketentuan syariat dan berkoordinasi dengan tokoh agama setempat.
Keterlibatan Kantor Kementerian Agama Kota Jambi, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), pengurus masjid, serta tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam imbauan tersebut. Para ulama, imam, dan khatib juga diminta mengajak jamaah memperbanyak istighfar dan doa.
Taubat dan Introspeksi Diri Jadi Tekanan Utama
Dalam surat edaran itu, Pemkot Jambi menekankan pentingnya momentum ini untuk introspeksi diri. Selain memohon hujan, jamaah diimbau meningkatkan amal ibadah dan kepedulian sosial sebagai bentuk ikhtiar batin menghadapi dampak lingkungan.
“Melalui kolaborasi pemerintah, tokoh agama dan masyarakat, berbagai langkah penanganan dampak kemarau dan kekeringan dapat dilakukan secara bersama-sama,” demikian bunyi pernyataan resmi Pemkot Jambi yang dikutip dari surat edaran tersebut.
Call Center 112 Siaga 24 Jam untuk Air Bersih
Di tengah upaya spiritual, Pemkot Jambi memastikan layanan kedaruratan tetap berjalan. Warga yang membutuhkan bantuan air bersih dapat menghubungi Call Center Bahagia 112 yang beroperasi selama 24 jam penuh.
Pemkot Jambi menegaskan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa merupakan bagian dari ikhtiar keagamaan dan sosial. Momentum ini sekaligus diharapkan memperkuat kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan, mengantisipasi dampak kemarau, serta menggunakan air secara bijaksana.
Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan berlangsung tertib dan aman tanpa mengganggu pelayanan publik maupun aktivitas masyarakat lainnya.