JAMBI — Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh General Manager Divisi Penjualan Jaringan Ocean BYD, Zhang Zhuo, saat gelaran Chengdu Auto Show 2026. Sebelumnya, Great Seagull telah mengajukan izin penjualan ke regulator China pada Juli 2026, yang sekaligus membeberkan sejumlah spesifikasi inti kendaraan.
Dengan panjang bodi 4.205 mm, Great Seagull berada 425 mm di atas Seagull standar dan hanya 65 mm lebih pendek dari Dolphin. Jarak sumbu rodanya mencapai 2.650 mm, memberikan ruang kabin yang lebih lega dibanding saudaranya yang paling mungil.
Tenaga 127 HP dan Dua Pilihan Baterai LFP
Great Seagull mengandalkan satu motor listrik bertenaga 95 kW atau setara 127 hp. Sumber energinya berasal dari baterai LFP racikan FinDreams, anak usaha BYD yang khusus memproduksi sel baterai.
- Baterai 30 kWh: jarak tempuh sekitar 320 km (CLTC)
- Baterai 39,2 kWh: jarak tempuh hingga 420 km (CLTC)
- Kecepatan maksimal: 150 km/jam
- Bobot kosong: 1.180–1.255 kg
- Roda 16 inci dengan ban 205/60
Angka tersebut menempatkan Great Seagull sebagai alternatif yang lebih terjangkau dari Dolphin standar. Indikasinya, BYD berpeluang mengurangi varian entry-level Dolphin yang menggunakan motor listrik lebih lemah agar tidak tumpang tindih di lini produk.
LiDAR di Atap dan Sistem DiPilot 300
Dari hasil uji jalan di China, Great Seagull terlihat membawa sensor LiDAR di bagian atap. Perangkat ini menjadi bagian dari sistem bantuan pengemudi DiPilot 300 atau yang akrab disebut "God's Eye B".
Sistem tersebut mencakup fungsi Navigate On Autopilot (NOA) yang bekerja di jalan perkotaan maupun tol. Interiornya mengusung layar mengambang, tuas persneling di belakang kemudi, serta konsol tengah berukuran besar.
Bersaing dengan Geely Xingyuan dan GAC Aion UT
Penamaan Great Seagull mengikuti pola seri Dynasty yang sudah lebih dulu memakai awalan "Da", seperti Da Tang dan Da Han. Model ini diprediksi akan bertarung langsung melawan Geely Xingyuan (E2/EX2) dan GAC Aion UT di segmen hatchback listrik perkotaan.
Data penjualan Juli 2026 menunjukkan BYD Seagull laku 8.879 unit di China, sementara Dolphin mencatatkan 13.910 unit pada periode yang sama. Kehadiran Great Seagull diharapkan mengisi celah permintaan di antara kedua model tersebut tanpa mengganggu pangsa pasar masing-masing.
Belum ada keterangan resmi mengenai kemungkinan Great Seagull dibawa ke Indonesia. Namun melihat tren BYD yang agresif memperkenalkan model global, bukan tidak mungkin hatchback ini menyusul Dolphin yang sudah lebih dulu dipasarkan di dalam negeri.