JAMBI — Turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) bertajuk Piala Polsek Colomadu resmi digelar di Mako Polsek Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (29/8/2026). Sebanyak 24 pelajar dari empat sekolah menengah atas dan kejuruan di Kecamatan Colomadu bersaing dalam kompetisi yang dihelat untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini.
Hasil Pertandingan: SMAN 1 Colomadu Tak Terbendung
Mengusung sistem klasemen liga, kompetisi ini memaksa setiap tim bermain konsisten sepanjang turnamen. SMA Negeri 1 Colomadu berhasil tampil sebagai yang terkuat dan mengamankan posisi pertama. SMK Penerbangan Bina Dirgantara Colomadu harus puas di peringkat kedua, disusul SMK Adi Soemarmo Colomadu di posisi ketiga, dan SMK YP Colomadu melengkapi empat besar.
Para pemenang membawa pulang piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan yang disediakan oleh Polsek Colomadu.
Lebih dari Sekadar Juara: Benteng Anti Judi Online
Kapolsek Colomadu, AKP Juritna, S.H., menegaskan turnamen ini bukan hanya soal kompetisi. Pihaknya ingin memanfaatkan esport sebagai wadah positif bagi pelajar di tengah maraknya judi online dan informasi palsu.
"Kami ingin esport menjadi wadah bagi adik-adik pelajar untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi. Teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif," ujar AKP Juritna dalam sambutannya.
Pesan Literasi Digital untuk Pelajar
Di sela-sela kompetisi, AKP Juritna menyisipkan edukasi tentang bahaya judi online dan pentingnya memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Ia mengingatkan para siswa untuk tidak mudah terpancing provokasi di media sosial.
"Saring sebelum sharing. Berita yang beredar belum tentu benar. Jangan mudah terprovokasi oleh ajakan atau informasi yang tidak jelas. Tetap fokus belajar dan menggapai prestasi," pesannya.
Komitmen Jaga Kondusivitas Pelajar
Ketua ESI Cabang Karanganyar, Saiful, memimpin langsung jalannya kompetisi. Ia mengapresiasi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Colomadu yang dinilai kondusif dan bebas dari tawuran antarpelajar.
AKP Juritna berharap kondisi ini dipertahankan. Ia meminta para siswa menyelesaikan setiap persoalan lewat komunikasi dengan pihak sekolah, bukan dengan tindakan anarkis. "Pertahankan kondisi yang sudah baik ini. Kalau ada informasi atau permasalahan, sampaikan kepada pihak sekolah, khususnya bagian kesiswaan. Jangan sampai persoalan kecil berkembang menjadi masalah besar," tutupnya.